Kamis, 11 Februari 2021

Karena JANJI

Ketehuilah Kawan !!!
Saya bukanlah orang yang pandai akan "CINTA"
Saya juga pernah merasakan apa yang kalian rasakan.

Kata "sulit melupakan bukan berarti mudah untuk menerima kembali". Adalah kata yang selalu Saya ucapkan saat jatuh dan terpuruk 2 tahun lalu. Aku sama seperti kalian, layaknya wanita biasa yang lemah dihadapan orang yang dicintai. Aku juga pernah kecewa, pernah sedih bahkan menangis karena "Cinta".
Dia yang Saya anggap istimewah
Dia yang Saya anggap sempurna
Dia yang membuat Saya untuk tidak memakai topeng kepalsuan lagi diwajah
Dia yang selalu memberi teka-teki disetiap harinya dengan kata-kata dan sikap dinginnya
Dia yang berjanji untuk selalu ada untuk Saya
Dia yang mengajari Saya untuk kuat dan tak jadi penakut 
Dia yang mengajari Saya untuk selalu menikmati hidup
Dia yang mampu mengubah sedihku menjadi bahagia
Dia yang berjanji untuk kembali 5tahun lagi dan juga membuat Saya berjanji menunggu dalam kesendirian.
Dia, Dia dan Diaaa....
Dia Saya anggap istimewah, namun harus Saya antarkan pada wanita lain. Dengan kalimat "cari miki pacar disitu"
Kalimat itu sering sekali menjadi perdebatan buat Kami berbulan-bulan. Mungkin segala macam cara telah dilakukan telah Dia lakukan agar Saya tidak mengucapkan Kata itu lagi dan lagi. Dia pernah Marah bahkan sampai Menangis karena Saya mengulang Kalimat itu terus untuknya. Dia juga pernah setiap kali Saya mengucap Kata "Cari" Dia sudah mematikan telfon, dan menelfon kembali dan bertanya sudah selesai kalimatnya. Sampai akhirnya Dia berada menemukan trik lain yaitu berpura-pura tidak mendengar jika Kalimat itu Saya ucapkan.

Sampai pada akhirnya mengembalikan Kalimat itu ke Saya. Mata Saya langsung berembun seakan ada yang akan menetes dan suara Saya seakan menghilang.
Kenapa suruh cari orang disini ???
Kenapa tidak Kita saja yang cari disana ???
Tugas Saya sebagai laki-laki bertahan, kalau Kita mau pergi jangan jadikan Saya alasan. Atau meminta Saya mencari Pelampiasan.
Halo, Halo... Kenapa ??? Kenapa kii Diam ???
Tidak  enakkan rasanya disuruh seperti itu. Tau kii berbulan-bulan Saya tahan ini pertanyaanKu ke Kita. Karena tidak mauka suruh ki bikin hal Bodoh seperti ini, tidak mauka bikin kii nangis,  cukup Saya. Sekarang pasti nangis kii toh Kuu tanya begitu. Hari ini Ku paksa sekali mii ini dirikuu tanya kii begini. Karena Kuu tau tidak tau kii mau bilang apa.

Saya yang saat ini hanya terdiam dan mengalami kebanjiran Airmata. Hanya menjawab Lirih dan suara serak, MARI BERTAHAN LAGI DENGAN JARAK. MARI MENGALAHKAN JARAK BERSAMA-SAMA.
Kami Bertahan !!!

__Berbulan-bulan__
Sampailah Saya pada titik dimana Sosia Media salah seorang terdekatnya membagi kisahnya yang sering menjadi bahan bercandaan teman-temanya karena kalau Mereka sama hanya Dia yang sendirian. Kalimatnya "Bukan tawwa Dia tidak laku, bukan juga Dia sendirian. Cuman dipisahkan jarak, LDRan nyiksa pastikan. Diiringi tawa teman-temannya dan dibalas dengan Senyum lirihnya".
Saya tau saat itu pasti Dia sedang terluka, hatinya pasti sedang bertanya-tanya benar tidak sih LDRan menyiksa ? Enak yah mereka jalan sama pasangan masing-masing. Kerena itupula yang Saya rasakan setiap kali teman-teman Saya bersama pasangannya.
Dikepala Saya mulai lagi muncul keinginan untuk memintanya mencari pacar disana. Tapi, takut untuk Saya sampaikan. Entah bagaimana inti awalnya, Saya lalu menemukan Ide untuk menceritakan kalau saat ini Saya sedang punya Kakak laki-laki yang bisa ditemanin ngobrol dan berbagi kisah Kita berdua. Dia hanya merespon dengan meminta nomernya, "kan itu Kakak.ta berarti juga bisa jadi KakakKukan, nomernya kirim yah", "iyye nanti Saya kirimkan kii".
Entah apa yang mereka komunikasikan melalui telfon mereka, saya juga tidak tau. 

Sampai pada masa Saya merasa sudah waktunya buat Dia untuk cari Adik (Adik Saya jadikan alasan agar Dia merasa tidak Saya suruh mencari pacar). 
"Kak', ini sudah penerimaan mahasiswi barukan ? Cari kali satu Adik buat Kita temani ngobrol.
Untuk apa ?? Jangan kii macam-macam deh
Ih, sembarang lagi itu na fikir, suruh cari Adik buat ngobrol bukan cari P A C A R !! (Saya menebalkan huruf untuk tidak membuatnya curiga) kan Saya sudah punya teman cerita tentang Kita, Kita juga cari mii Ade' yang biasa diteman cerita tentang Saya. Kan impas nanti juga Ade kasih nomernya ke Saya, biar Saya juga ngobrol.
Iyye nanti nah, tapi tidak harus Ade nah. Seumuran boleh atau bahkan yang lebih tua dari saya juga toh. 
"ih,, jangan yang tua nanti tidak bisa ngobrol dengan Kita".
Emmmmm.. 

Saat itu Saya rasanya seperti sedang mengantarkan hidup Saya pada tujuan yang tidak tau dimana ujungnya. Kekuatan Saya mengelurkan kalimat-kalimat itu diiringi deraian Air Mata yang tak tau dapat berhenti atau tidak. Hati Saya seakan sedang tidak kompak, satu sedang menanggung sakit yang satu sedang mengalami kelegahan. Jantung Saya seperti sedang berlari jauh meninggalkan Saya dan mengejar Kekuatan. Seperti yang sering Dia katakan Saya harus Kuat akan segala hal, saat itu ajarannya Saya buktikan. Ingin sekali rasanya saya berteriak.
"Saya sedang lemah"
"Saya sedang mengeluarkan butiran Air dari Mataku"
"Tolong, Saya sedang melawan Diri Saya sendiri Sekarang".

__Bertahun__
Akhirnya untuk pertama kalinya dengan semangatnya Dia menceritakan seorang wanita kepada Saya, menceritakan kekagumannya. Yah,  pada Adik Kami berdua. Tumben-tumben Dia menelfon Saya, tidak menanyakan Kabar Saya. Kami termasuk orang yang jarang sekali telfonan, Kami lebih nyaman untuk mengobrol dalam dalam Dunia tulisan. Karena Dia tau Saya lebih hobi menulis daripada bercerita. Seperti kisah Kita sekarang ini, sedang Saya tulis dan tidak pernah Saya ceritakan. Sebenarnya Saya sedang happy karena akhirnya Dia memiliki antusias terhadap sesuatu selain hobi olahraganya. Tapi, disisi lain berarti Saya haru mengatur langkah selanjutnya untuk mundur secara perlahan. Menjadi pendengar untuk kisah Mereka. Saya tau saat ini Dia sedang mengagumi Adik Kami, yang memang sengaja Saya minta. 
Bukankah itu yang Saya inginkan ???
Bukankah itu tujuan awal Saya ???
Lalu kenapa sekarang Saya rasanya memunculkan rasa penyesalan. Penyesalan Saya bahkan memuncak setelah Saya ketahui bahwa mereka habis melakukan perjalan liburan bersama teman-temannya, tanpa sepengetahuan Saya dan seisin Saya. Saya merasa tidak berhak mempertanyakan hal ini kepada Mereka. Akhirnya Saya menyimpannya sendiri, telah banyak Saya mendengar cerita kedekatan Mereka. Dimulut Saya ucapkan "Alhamdulillah", tapi dihati Saya tidak begitu. Waktu berjalan begitu cepat sampai pada akhirnya pilihan Saya untuk mundur perlahan sudah semakin jauh. 
"Saya serasa hidup diatas ketidakpastian"
"Saya serasa berjalan tanpa tujuan"
"Saya terus menyalahkan keputusanku untuk mendekatkannya pada oranglain"
"Saya kalut, Saya pusing dan Saya bimbang"
Apalagi, Dia sekarang serasa tidak menyadari kemunduranku dan penarikan diriku darinya. Kepekaannya terhadapku seakan menghilang, ditutup kekagumannya pada Adik Kami. 

Bersamaan dengan itu keegoisan Saya mulai muncul. Saya ingin kembali hidup setelah 2bulan terakhir ini mengalami kematian, Saya memintanya untuk tidak lagi membagi kefokusannya. Saya ingin waktunya seratus persen buat Saya sekarang.
Lalu bagaimana Kisah dengan Adik Kami ??
Saya menutup Mata dan Telinga tentang Dia, komunikasi Kami juga tidak berjalan seperti biasa karena memang Saya yang memutuskan mengurangi komunikasi setalah Mereka menutup perjalanan bersama Mereka beberapa bulan yang lalu.

Saya berfikir setelah Dia kembali kepadaku, Saya akan bahagia. Tapi ternyata tidak, Saya merasa dibahagiakan dengan kepalsuan yang dibuat. Saya merasa sangat bahagia, tapi Dia seakan membahagiakan Saya hanya dengan kepalsuan. Saya merasa zona Dia tidak sepenuhnya Saya lagi. Seakan Dia seperti ada yang menahan dan mengganggu fikirannya. 
"Salahkah jika Saya mempertahankan kebahagian ini ??"
Sampai akhirnya keegoisanku menyebabkan 3 hati terluka. Hatiku, Hatinya, dan Hati Dia !!
Skenario yang Saya buat, untuk Saya atur semauku akhirnya buyar dan tak berjalan dalam kendaliku.
Saya lupa ada Allah, Yang Maha Mengatahui dan Maha Mengatur Segalanya.
Saya lupa meminta sama Allah untuk menyetujui skenario yang Saya buat. 
Saya lupa, Saya tidak memiliki kemapuan untuk mengatur Hati orang. 
Saya Lupa....!!!
Saya sedang bermain-main dengan Perasaan dan Hati orang.
Ingin rasanya Saya mengantarkannya pada Dia yang membuatnya kagum saat ini. 
Tapiii.. 
Saya.. 
Tidak Kuat !!!

Pada akhirnya Saya memilih jujur dan menceritakan semua skenario yang telah Saya buat untuk Dia. Lalu, Dia hanya bertanya kepada Saya
"De, bagaimana rasanya hatita sekarang ??
"Bagaimana perasaanta sekarang ??
"Tidak usah dijawab De', pasti sekarang Kita nangis toh. Q tau ji De' bukan ini yang diharapkan sebenarnya dengan skenariota toh"
"Maaf K' !!"
"Itu jii memang Kata kalau bikin kesalahan kii, Kenapa tidak pernah kii membala Diri atau bertahan dengan keputusanta ??
"Kenapa selalu ji Kata Maaf yang keluar, kalau merasa kii benar berjuang kii"
"Ini mii kadang sikapta yang bikinka selalu khawatir, selalu kii mau dipojokan dan tidak mau kii melawan". 
"kenapa kaa berani akhir-akhir ini tinggalkan komunikasi dari Kita, karena berharapka berani bertanya dan mempertanyakan kenapaka".
"Pasti penasaran kii bagaimana Saya sama D......, Ku kasih tau kii juga kagumka kedengan kemapuannya"
"Tapi tidak sama sekali Saya lupa kii".
Lagi dan lagi Dada Saya tiba-tiba serasa sesak dengan responnya. Dia masih masih mempertanyakan hati dan perasaanku sementara Saya berbulan-bulan bermain-main dengan perasaannya

"Kak jangan kii maini hatinya orang, tanya kii siapa tau nasuka kii, Jalani mii. Bisa jii itu rasa Kagum berubah jadi Cinta".

Singkat, padat dan jelas. 

"Iye De', Baik-baik kii nah. Jangan terlalu gengsian dan kurangi egoista. Kabarika kalau tidak kuat kii. Assalamualaikum !!"

Akhirnya Dia berjalan sendiri, dan Saya mengetahui beberapa wanita telah mengiringi langkahnya dan berjalan terus menjauh dariku. Hingga yang terlihat oleh Saya hanyalah coretan kertas ini. 
Dia tak nampak begitu jelas lagi olehkuu. Kak terima kasih untuk semua kisah, pengalaman dan perjalan serta perlajarannya beberapa tahun ini. Maaf untuk semua sikap dan keegoisan Saya. Sampai bertemu dalam kisah, sikap dan tingkah yang lebih baik.
Saya tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal pada siapapun. Apalagi pada Dia, Saya juga tidak akan mengubur rasa ini. Karena Saya yakin saat ini Dia juga tidak akan mengubur rasa Kami. 
Jika semuanya membaik cerita ini akan pertama kali, Saya kirimkan untukmu !!


Berbulan-bulan Saya serasa mati dalam pencarian dan pertanyaan kemana Saya akan membawa Rasa ini. Saya terus berada dalam Zona mempermaikan perasaan yang orang lain berikan kepadaku. Karena raga Saya berjalan bersama, tapi hati Saya tidak.
Hingga disuatu malam Saya merasa benar-benar sendirian. Dia tak lagi datang menemani, Dia tak pernah lagi ada untuk Saya. Dia mungkin sudah melupakan Saya, kenapa Saya tidak mencobanya juga. Ditengah perjalanan Saya melupakannya, Saya lalu tertegun dengan Kata
"JANJI"

Kami pernah berikrar suatu janji. Kalau sekarang Kami tidak lagi bersama, bagaimana dengan janji Kami waktu itu. Akhirnya Saya mencari tau bagaimana janji jika tidak terpenuhi. (Janji adalah sesuatu yang harus dipenuhi). Singkat cerita kerena berbagai informasi yang Saya dapat tentang Janji. Saya memutuskan untuk membatalkan Janji Kami. 
Saya lalu mencari sosial medianya untuk pertama kalinya setelah Saya memblock nomernya. Melalui pesan Saya meminta untuk mundur dalam perjanjian yang telah Kami buat diawal kisah Kami. Dia tidak merespon sama sekali permintaan Saya itu. Mungkin Dia tidak membacanya itu menurut Saya, kalaupun sudah dibaca dan tidak direspon. Setidaknya Saya telah melepasakan Diri dari ikatan yang Saya juga tidak tau apakah melepaskan secara sepihak ini benar caranya. Atau masih ada tali-tali kecil yang tidak terlihat sehingga masih belum Saya lepaskan.
Kisah Saya ini Saya lanjutkan setelah hari ini Saya merasa mampu membuka Hati untuk oranglain !!
Membuka Hati bukan berarti Saya telah berpacaran dengan oranglain. Kerena dengan Dia dulupun Kami tidak terikat dalam Kata Pacaran, Kami mejalani. 
Bertahun-tahun Saya menutup rapat Kisahku ini, dalam Buku. Karena Saya lagi-lagi berjanji untuk membagikan kisahku setelah Saya mampu melupakan dan sanggup menjawab pertanyaan. 

Beberapa bulan Saya menutup luka, agar terlihat seperti keramik Kaca tanpa cacat dari luar dan berkilap. Tapi, seindah apapun Keramik dari luar tetap saja. Yang didalam memiliki serpihan garis dan lubang. Dari dulu pertanyaan ini sering ditanyakan kepada Saya
"Kenapa Anda tak pernah terlihat Sedih ??
"Kenapa Anda tak pernah terlihat Sakit/Patah Hati  ??
"Kenapa Anda selalu mampu untuk tersenyum dalam kondisi apapun ??
Untuk pertanyaan-pertanyaan ini Saya juga masih belum menemukan jawabannya !! 
Kekuatanku mengganti air mata menjadi senyum dan Sedih menjadi tawa didepan orang-orang sampai saat inipun masih Saya cari tau jawabannya.
Namun, katika cerita ini Saya tulis. Saya menemukan jawabnya, itu semua karena Allah. Karena pada saat lanjutan kisah ini Saya tulis, Saya sedang berjuang mengenal Allah lebih jauh. Dan jika saya ditanya pertanyaan-pertanyaan itu sekarang jawabannya cuman satu "Allah"
Kata Anji_Manji jangan lupa senyum hari ini. 

Selasa, 09 Februari 2021

HARAPAN !!!

Malam..
NamaKuu Ric..
Saya adalah tipekal orang yang kalau Kita pertama kali ketemu Anda akan menganggap saya adalah orang yang paling sombong dan angkuh yang pernah anda temui. Sebenarnya bukan karena itu, Bukan sombong atau angkuh tapi saya memang adalah tipekal orang yang pemalu ketika ketemu orang untuk pertama kalinya. Saya tidak tau bagaimana memulai obrolan dengan orang yg pertama kali ketemu, harus bilang apa ?? Harus nanya apa baiknya ??
Itulah saya ketika pertama kali bertemu orang baru. DikepalaKuu sebenarnya lagi berputar full untuk bagaimana cara bisa mengobrol dengan orang-orang baru itu. Yang kadang jika orang-orang itu peka mereka akan melihat ekspresi Kuu dan langsung tau sebenarnya saya sangat ingin menyapa. (untuk yg sedang membaca ceritaKuu ini, siapa tau Kita ketemu tolong tegur dan sapa duluan yah)

Saat ini usiaKuu tidak muda lagi,, saya sudah membangun beberapa mimpi dan sudah juga menguburkan beberapa mimpi. Ada yang memang sengaja Kuu kuburkan, ada juga yang oranglain yang menguburkannya.
Yang sengaja Kuu kuburkan itu memang sudah Kuu pilah bahwa mimpi itu tidak cocok dengan Kuu, lain dengan mimpi yang sengaja oranglain kuburkan.
Ini mimpi muu
Kenapa orang lain yg menguburkan ??
Kenapa tidak membangun mimpi itu kembali ??
Pasti ada beberapa orang yg akan bertanya demikian.
"Mimpi itu tidak dapat Kuu bangun lagi karena dalam mimpi itu ada Kata Kita yang akan membangun. Sementara saat ini langkah Kuu sudah tidak diisi dengan sepasang langkah lagi atau dengan Kata Kita".

Ayo bangun kembali dan buat mimpi lagi dengan orang yang lain.
"Tenang saya juga sudah memikirkan hal itu". 
"Saya hanya sedang beristirahat sejenak, Langkuh Kuu goyah setelah sepasang langkah meninggalkan Kuu".

Jangan goyah, langkah Muu masih seimbang engkau masih punya sepasang langkah.
"Saya tau Saya hanya sedang beristirahat".

Jangan terlalu lama beristirahat Mereka akan semakin jauh meninggalkan Muu.
"Tidak apa-apa saat ini Langkahnya memang sangat jauh dari Kuu karena Dia memiliki sepasang langkah yg Baru".

Kenapa tidak mencari juga secepat mungkin Langkah yg Baru biar ada yg menemani Muu berjalan cepat ???
"Tidak !! Saat ini Saya tidak mau berjalan terlalu cepat lagi karena Kemarin yang membuat langkah Kuu goyah adalah Saya terlalu banyak dan terlalu Cepat Berharap, sehingga Saya harus merasakan Pahitnya menelan Pil Harapan, Susahnya Melangkah dan Goyahnya semua Mimpi".

Saat dulu Saya memberikan semua Harapan, Menyusun Mimpi penuh Semangat dan Melihat semuanya sebagai hal Baik tanpa ada satupun hal Buruk. Dan pada saatnya Saya Goyah dan Jatuh saya seakan kehilangan semuanya. Bertanya kesana-kemari, bercerita kesana kemarin bahwa Dia buruk, Dia bukan orang baik, Dia akan mendapatkan ganjaran setelah ini. 
Kebaikan Kuu selama ini akan terus menjadi bayang-bayang dalam hidupnya, hidupnya tidak akan tenang, Dia akan merasakan apa yg Saya rasakan.
Rasa dendam ini terus memuncak didalam hati Kuu. Saya setiap kali melihat Dia, dahi Kuu akan mengernyit dengan sendirinya. Wajah Kuu seakan memerah dan memanas. Saya pernah berada dalam fase hidup ini.
Berteriak seakan mempertanyakan ini balasan kebaikan Kuu, ini jawaban dari doa-doa Kuu. Sampai pada titik Hati Kuu seakan tidak berisi lagi.

HidupKuu... .
Kuu jalankan sesuai dengan apa arahan orang lain, orang berkata ini baik. Saya juga mengatakan itu Baik, orang mengatakan itu Buruk. Saya juga mengatakan itu Buruk, orang mengatakan kesanalah. Saya kesana, orang mengatakan kesini. Saya kesini, orang mengatakan keatas lalu turun kembali. Saya keatas lalu turun kembali, orang mengatakan lakukan. Saya akan lakukan, orang bilang jangan. Saya juga tidak akan melakukan. 
HidupKuu tak lagi Kuu atur dengan mimpi dan harapann.
HidupKuu, Kuu jalani dengan semua arahan dan arah yg ditunjukkan oranglain. Saya akhirnya merasa nyaman dengan Zona pilihan hidup Saya itu. Karena jika terjadi sesuatu hal maka Saya akan segera menyalahkan orang yang memberikan arahan dan tidak harus menyalahkan Diri Saya Sendiri.
"Ini semua karena Anda, kan Anda yang menyuruh Saya seperti itu. Coba kalau Saya tidak menuruti Anda, tidak begini jadinya. Anda ,sih ........, Anda mah ..........
Akan seenak Nasi Goreng Abang" dipinggir jalan Saya menyalahkan orang lain. Karena memang Saya sudah mengatakan bahwa "apa yang Saya pilih karena Kamu yah",.
Sampai pada akhirnya satu persatu Mereka yang selalu ada Untuk Kuu memilih mundur karena SikapKuu itu. Memojokkan, Menyalahkan dan terkadang Bahkan menjadikannya Kambing Hitam dalam masalah pilihan hidupKuu. 

Pada akhirnya diposisi sendiri Kuu, Saya semakin merasa langkah Kuu semakin Goyah. Kali ini Langkah Kuu tidak berjalan dengan sepasang lagi, tapi hanya dengan satu Kaki. Terpincang-pincang, bahkan Kuu rasakan Kaki Kuu tidak lagi melangkah tapi Merangkak.
Saya jadi tau rasanya mengecewakan dan dikecewakan. Saya jadi tau bahwa ada juga mimpi orang lain yg sedang mereka bangun. Bukan hanya Saya saja yang punya Mimpi, merekapun punya Mimpi. Mereka bahkan masih sempat mengarahkan Muu, padahal mereka juga sedang mengejar mimpi Mereka. 
"Terima Kasih untuk kalian yang sudah mengarahkan Langkah Kuu".
"MAAF, untuk Diri Saya yang hanya Mendengarkan Jeritanya tapi tidak berhenti sejenak untuk Memeluknya, bahkan menanyakan Keadaannyapun tidakkk".

Saya di ajarkan untuk tidak terlalu memaksakan apa yang Kuu pasang sebagai mimpi, agar kecewaKuu tidak terlalu berat.
Saya diajarkan untuk tidak selalu menyalahkan apa yg terjadi. 
Saya diajarkan untuk tidak menyalahkan Diri Saya sendiri, terlalu tidak ada Rasa dalam diri Saya. Ketika Saya menyalahkan diri Saya lagi padahal Saat ini diri Saya terluka. Kenapa harus melukai Diri Saya lagi dengan Kalimat ini semua karena Saya yang kurang ini dan itu.

Laluuu.. 
Saya harus menyalahkan siapa ???
Dia ???
"Bukan Dia juga yang salah".
Lalu siapa ???
Allah ??? yang Maha Mengetahui Segalanya ???
"Oww bukan. Dia Tuhan Kuu yg tidak mungkin pernah salah terhadap Kuu".
Atau mungkin Kamu yang terlalu melupakan Allah dan Melibatkan-Nya dalam mimpi Muu ???
"Iya, kalau ini mungkin iya".
Berarti Kamu menyalahkan Diri Kamu dong ???
"Saya tidak lagi menyalahkan Diri Saya, tapi Saya menyalahkan Sikap Saya".
Berarti sama Saja, Dirimuu dan Sikapmuu itu sama saja. Itu semua berasal dari Kamu. 
"Mungkin bagi orang lain Dirimuu dan Sikapmuu itu sama, bagi Kuu setelah kegoyahan Kuu itu hal itu tidaklah sama".
DiriKuu adalah kendaliKuu,, SikapKuu adalah hal yang kadang tidak dapat Kuu kendalikan.
Makanya saat ini "Ketika Kebaikan Kuu dibalas Keburukan oleh oranglain, itu berarti Bukan Dirinya yang tidak Baik. Tapi, saat ini sikapnya sedang tidak dapat Dia Kontrol". Atau "Saya yang terlalu berharap lebih atas apa yang sudah saya berikan kepada oranglain".

Atau saat itu SikapKuu yang tidak dapat Kuu Kontrol sehingga Terlalu Berharap Lebih dari Dia.

Berharap boleh,, tapi jangan Terlalu.
Harapan harus ada, kalau tidak Kita juga tidak akan tau mau kemana hidup Kita dibawa. 
Harapan jangan kita gantungkan pada orang tapi pada diri sendiri, karena kalau Dia pergi. Dia akan membawa harapanmuu bersamanya. Dia tidak akan menyisahkan sataupun untuk Kita.

Jika terlanjur engkau gantung harapan bersamanya. Katakan "bawa semua harapan itu tanpa tersisa sedikitpun, Saya sanggup membangun harapan yang Baru jauh lebih Baik"

Kebaikan Kita jangan juga engkau Harapkan akan dibalas Kebaikan, kadang akan dibalas keburukan. Jadi, Kita harus belajar akan sebuah hukum bahwa engkau juga mungkin membalas oranglain yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. 

Minggu, 31 Januari 2021

MamaKee BapakKee I Love Love Love You Tomat

MamaKee BapakKee....
I Love Youuuuuu.... 

Alhamdulillah kalian saat ini masih ada untuk Aku dan Adik-adik. "Ya Allah penjangkan umur Mereka, bahagiakan Meraka dan luruskan jalan Mereka". 
Ya Allah apa balasan yang akan engkau berikan kepada MamaKee dan BapakKee atas semua yang telah Mereka berikan Kepada Kami. 
1. Entah kekuatan apa yang telah Allah beriakan kepada Mereka
2. Entah sejauh mana lagi Meraka akan mendampingi Kami
3. Entah seberapa sering Kami membuat Mereka sakit hati
4. Entah seberapa besar kekuatan dan kehebatan yang Allah berikan kepada Mereka
5. Entah seberapa sering Mereka memberikan maaf lagi dan lagi kepada Kami
6. Entah seberapa jauh lagi Mereka akan menuntun Kami
7. Entah seberapa sering Mereka menahan keinginan akan suatu hal hanya untuk memenuhi keinginan Kami
8. Entah seberapa sering Mereka terbangun tengah malam hanya untuk mendoakan Kami
9. Entah seberapa sering Mereka menahan rasa sakit hanya untuk menenangkan Kami dan membuat Kami tidak khawatir
Ya Allah hati Mereka terbuat dari apa ???
Kekuatan super apa yg Mereka miliki ???
Ya Allah sisipkan ruang surga untuk SuperHero Kami.. 

Ya Allah apa yang harus Kami lakukan agar Mereka, Engkau masukkan dalam Jannahmuu. Ya Allah lindungi Mereka, jaga Mereka, pelihara Mereka, sayangi Mereka. Sebagaimana Mereka memberikan pelukan, usapan, dan kecupan yang tak pernah berhenti untuk Kami. Seakan-akan Mereka tidak akan membiarakan seekor nyamukpun menggigit Kami. Membuat dirinya bagaikan selimut ketika Kami merasa kedinginan. Membuat dirinya sebagai cahaya ketika Kami dalam kegelapan. 
"Robbigfirli Waliwalidayyah Warhamhuma Kamarobbayani Shogiro,. Ya Allah ampuni segala Dosa-dosa Aku dan segala dosa kedua orangtuaku"

MamaKee...
Engkau terbangun disubuh hari saat Kami masih tertidur lelap, hanya untuk memenuhi kebutuhan Kami dipagi hari. Engkau rela meninggalkan Orangtuamu hanya untuk mengurus Kami. 
BapakKee... 
Engkau juga terbangun dipagi hari untuk memenuhi kebutuhan Kami. Engkau tidak pernah menikmati indahnya matahari terbit dirumah, begitu pula dengan terbenamnya. Kerena Engkau pergi ketika hari masih agak gelap dan kembali ketika matahari sudah bersembunyi lagi. 

Tak bisa Aku gambarkan seperti apa Mereka untuk Kami. Mereka bahkan mampu untuk mengambilkan bintang-bintang untuk Kami. Entah seberapa bintang yang telah Mereka ambilkan untuk Kami. Saya menganggap Mereka sebagai pengambilan bintang untuk Kami, kerena kekuatan dan kehebatan Mereka. Sesuatu yang Kami anggap tidak mungkin, mungkin saja dilakukan oleh Mereka untuk Kami anak-anaknya.

MamaKee BapakKee, I Realy Love You Tomat 😊😍
"Maafkan Saya yang belum bisa memberikan sesuatu sesuai harapanmu. Saya tau Kalian pasti memiliki harapan untuk Kami anak-anakmu. Tapi, Kalian tidak mau memaksakannya untuk Kami kerena yang terpenting untuk Kalian adalah Kebahagian Kami. Walaupun Saya tau kalian menyimpannya dalam Doa, untuk memperlihatkan Kalian baik-baik saja dan melindungi hati Saya lagi dan lagi".
"Maafkan Saya juga, kadang tidak mampu menjaga sikap dan perkataanku terhadap Kalian. Ketidak mampuanku mengontrol sikap dan perkataanku, hingga Kini masih terus menjadi pemicu. Doakan Saya bisa segera mengontrol sikap dan perkataanku, agar Saya tidak lagi menyakiti hati dan perasaan Kalian". 
"Maafkan Saya juga tidak dapat atau tidak tau bagaimana menunjukkan Cinta dan Sayang Saya kekalian walau hanya dengan Kata".

Tapi sebenarnya I REALY REALY REALY LOVE YOU MAMAKEE DAN BAPAKKEE.





26November2016

Jumat, 13 Juni 2014

Masyarakat, Unsur Masyarakat dan Kriteria dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
          Masyarakat adalah sebuah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti cara hidup dan peraturan yang harus dipatuhi dimana individu itu tinggal. Sebuah kelompok masyarakat akan mengikuti peraturan yang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan mereka atau akan mematuhi sebuah aturan yang sudah lama berlaku di lingkungan mereka. Semua manusia bersaudara dan kita semua sama. Yang membedakan diri kita dengan individu lain atau orang lain adalah jalan pikiran kita. Kelompok masyarakat yang tinggal disatu tempat yang jauh dari keramaian kota tentu akan berbeda dengan kelompok masyarakat yang tinggal dikeramaian kota yang penuh dengan kemajuan tekhnologi dan derasnya informasi yang masuk ke jalan pikiran kelompok masyarakat tersebut. Hal ini sudah dibuktikan diberbagai negara belahan dunia. Bukti yang sangat jelas adalah diberbagai negara pasti terdapat suku asli atau penduduk asli yang tinggal dipedalaman yang masih memiliki kepercayaan kepada leluhur mereka dan mereka masih memakai peraturan yang sudah lama mereka pakai sejak nenek moyang mereka hingga sekarang. Hal ini disebabkan karena kehidupan mereka jauh dari segala informasi tentang kemajuan jaman sehingga mereka tidak tahu apa-apa tentang kehidupan diluar. Masyarakat merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dan sebagainya manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Masyarakat sebagai makhluk social tidak dapat menjalani kehidupan ini seorang diri tanpa masyarakat lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya masyarakat disekitarnya, terdapatlah unsure-unsur masyarakat dan kgriteria masyarakat dalam kehidupan social antar manusia di sekitarnya Masyarakat memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang berhubungan dengan masyarakat dan agama. Dari berbagai budaya yang ada, dapat dikaitkan hubungannya dengan agama dan masyarakat dalam melestarikan budaya. Agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan kebudayaannya.Selain itu masyarakat juga turut mempunyai andil yang besar dalam melestarikan budaya, karena masyarakatlah yang menjalankan semua perintah agama dan ikut menjaga budaya agar tetap terpelihara. Selain itu ada juga hubungan lainnya, yaitu menjaga tatanan kehidupan. Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis, karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain.
B. Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun mencoba merumuskan beberapa penjelasan tentang penjabaran dari judul yang telah dituliskan tentang Efektivitas, Efisiensi, dan Produktifitas Manajemen Berbasis Sekolah dalam rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan masyarakat ?
  2. Bagaimana proses terbentuknya masyarakat ?
  3. Sebutkan golongan-golongan dari masyarakat ?
  4. Apa saja unsur-unsur masyarakat ?
  5. Sebutkan kriteria-kriteria masyarakat ?
C. Tujuan
           Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian dari masyarakat
2. Untuk mengetahui proses terbentuknya masyarakat
3. Untuk mengetahu golongan-golongan masyarakat
4.Untuk mengetahui unsur-unsur masyarakat
5. Untuk mengetahui kriteria-kriteria masyarakat
BAB II PEMBAHASAN
A. Masyarakat
1. Pengertian Masyarakat
        Masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Adapun pengertian masyarakat menurut para ahli adalah :
a. Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
b. Max Weber, Masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
c. Emile Durkheim, Masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
d. Karl Marx, Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

2. Proses Terbentuknya Masyarakat
           Untuk menganalisa secara ilmiah tentang proses terbenruknya masyarakat sekaligus problem-problem yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser, kita memerlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social dynamic), yaitu :
a. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
1) Proses Internalisasi. Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen-nya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi kepribadiannya. Tetapi wujud dari kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimulasi yang ada di sekitar alam dan lingkungan sosial dan budayanya. Maka proses internalisasi yang dimaksud adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal, dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala hasrat, perasaan, nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
2) Proses Sosialisasi. Proses ini bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekililingnya.
3) Proses Enkulturasi. Dalam proses ini seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Kata enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti “pembudayaan”.
b. Proses Evolusi Sosial Proses evolusi dari suatu masyarakat dan kebudayaan dapat dianalisa oleh seorang peneliti seolah-olah dari dekat secara detail (microscopic), atau dapat juga dipandang dari jauh hanya dengan memperhatikan perubahan-perubahan yang besar saja (macroscopic). Proses evolusi sosial budaya yang dianalisa secara detail akan membuka mata seorang peneliti untuk berbagai macam proses perubahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan sehari-hari dalam masyarakat di dunia.
c. Proses Difusi Penyebaran Manusia. Ilmu Paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di daerah Sabana tropikal di Afrika Timur, dan sekarang makhluk itu sudah menduduki hampir seluruh permukaan bumi ini. Hal ini dapat diterangkan dengan dengan adanya proses pembiakan dan gerka penyebaran atau migrasi-migrasi yang disertai dengan proses adpatsi fisik dan sosial budaya.
d. Akulturasi dan Pembauran atau Asimilasi Akulturasi adalah Proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Asimilasi adalah Proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan yang campuran.
e. Pembauran atau Inovasi Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention.

3. Ciri-Ciri Masyarakat
            Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut:
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.

4. Golongan Masyarakat
a. Masyarakat Tradisional
           Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Jadi, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya. Masyarakat ini dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
b. Masyarakat Modern
           Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota.
c. Masyarakat Transisi
          Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah kebiasaan kota, yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor industri. Ciri-ciri masyarakat transisi adalah : adanya pergeseran dalam bidang pekerjaan, adanya pergeseran pada tingkat pendidikan, mengalami perubahan ke arah kemajuan, masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan zaman, tingkat mobilitas masyarakat tinggi dan biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.

B. Unsur Masyarakat
1. Golongan Sosial
a. Timbulnya Golongan Sosial Golongan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya sebagai hasil proses pertumbuhan masyarakat. Faktor penyebabnya antara lain: kemampuan/kepandaian, umur, jenis kelamin, sifat keaslian, keanggotaan masyarakat dan lain-lain. Faktor penentu dari setiap masyarakat berbeda-beda, misalnya pada masyarakat berburu faktor penentunya adalah kepandaian berburu.
b. Pengertian Golongan Sosial Pitirim A. Sorokin menggunakan istilah pelapisan sosial yaitu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hierarkhis. Perwujudannya dikenal dengan adanya kelas sosial tinggi (upper class) contohnya: pejabat, penguasa, dan pengusaha; kelas sosial menengah (midle class) contohnya: dosen, pegawai negeri, pengusaha kecil dan menengah; kelas sosial rendah (lower class) contohnya: buruh, petani, dan pedagang kecil.
c. Dasar-Dasar Pembentukan Golongan Sosial Menurut Soerjono Soekanto, kriteria yang dipergunakan sebagai ukuran dalam menggolongkan masyarakat ke dalam golongan sosial/pelapisan sosial adalah: 1) Ukuran Kekayaan 2) Unsur kekuasaan atau wewenang 3) Ukuran Ilmu Pengetahuan 4) Unsur kehormatan (keturunan)
d. Karakteristik Golongan Sosial Beberapa karakteristik golongan sosial/pelapisan sosial yang terjadi di dalam suatu masyarakat adalah :
1) Adanya perbedaan status dan peranan
2) Adanya pola interaksi yang berbeda
3) Adanya distribusi hak dan kewajiban
4) Adanya penggolongan yang melibatkan kelompok
5) Adanya prestise dan penghargaan
6) Adanya penggoongan yang bersifat universal
e. Pembagian Golongan dalam Masyarakat Berdasarkan karakteristik golongan sosial di atas, maka terdapat beberapa pembagian golongan sosial sebagai berikut :
1) Sistem Golongan Sosial dalam Masyarakat Pertanian (Agraris), di dasarkan pada hak dan pola kepemilikan tanah, terbagi menjadi: - Golongan Atas : para pemilik tanah pertanian dan pekarang untuk rumah tinggal (penduduk inti). - Golongan Menengah: para pemilik tanah pekarangan dan rumah tapi tidak memiliki tanah pertanian (kuli gendul). - Golongan Bawah : orang yang tidak memiliki rumah atau pekarangan (inding ngisor).
2) Sistem Golongan Sosial pada Masyarakat Feodal, di dasarkan pada hubungan kekerabatan dengan raja/kepala pemerintahan, terbagi menjadi: - Golongan Atas : kaum kerabat raja atau bangsawan. - Golongan Menegah : rakyat biasa (kawula).
3) Sistem Golongan Sosial dalam Masyarakat Industri, meliputi : - Golongan teratas terdiri para pengusaha besar atau pemilik modal, direktur, komisaris. - Golongan menengah atau madya terdiri dari tenaga ahli dan karyawan. - Golongan bawah seperti buruh kasar, pekerja setengah terampil, pekerja sektor informal (pembantu).
f. Sifat Sistem Penggolongan Sosial Klasifikasi dari sifat sistem penggolongan sosial, meliputi :
1) Sistem lapisan tertutup: sistem yang tidak memungkinkan seseorang pindah ke golongan/lapisan sosial lain.
2) Sistem lapisan terbuka: sistem yang memungkinkan seseorang pindah / naik ke golongan sosial atasnya.
3) Sistem campuran: sistem kombinasi antara terbuka dan tertutup.
g. Fungsi Golongan Sosial Golongan sosial memiliki fungsi-fungsi berikut ini:
1) Distribusi hak istimewa yang obyektif seperti penghasilan, kekayaan.
2) Sistem pertanggaan pada strata/tingkat yang diciptakan masyarakat menyangkut prestise dan penghargaan.
3) Penentu simbol status/kedudukan seperti cara berpakaian, tingkah laku.
4) Alat solidaritas di antara individu/kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.

2. Kategori Sosial
a. Pengertian Kategori Sosial
          Menurut Koentjaraningrat, kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri-ciri obyektif yang dikenakan pada manusia-manusia tersebut. Dalam kategori sosial tidak terikat oleh unsur adat istiadat, sistem norma, sistem nilai tertentu, tidak memiliki identitas, tidak memiliki lokasi, tidak mempunyai organisasi, dan tidak memiliki pemimpin.

3. Kelompok Sosial
a. Pengertian Kelompok Sosial
           Kelompok sosial (social group) adalah himpunan/kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdapat hubungan timbal balik, saling memengaruhi sehingga timbul suatu kesadaran untuk saling menolong di antara mereka. Kesatuan manusia yang hidup bersama disebut kelompok sosial harus memenuhi kriteria :
1) Adanya kesadaran setiap kelompok bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tersebut.
2) Terdapat hubungan timbal balik (interaksi) antar anggota kelompok
3) Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku tertentu.Memiliki suatu sistem dan proses tertentu.
4) Adanya faktor pengikat yang dimiliki anggota-anggota kelompok, seperti persamaan nasib, kepentingan tujuan, ideologi politik dan lain-lain.
b. Jenis-Jenis Kelompok Sosial
        Jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi :
1) Berdasarkan Identifikasi Diri, dikenal adanya in group dan out group. In group adalah kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individu untuk mengidentifikasi dirinya. In group sering dikaitkan dengan istilah “kami atau kita” dan pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan perasaan dekat dengan anggota kelompoknya. “Kami anggota kelompoknya”. Sedangkan Out group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in group-nya. Out group sering dihubungkan dengan istilah”mereka”. Sikap out group ditandai oleh suatu sikap antipati.
2) Berdasarkan hubungan kedekatan anggota, teridentifikasi adanya kelompok primer (primary group). Menurut Charles Horton Cooley kelompok primer/primary group adalah kelompok sosial yang paling sederhana, anggotanya saling mengenal, serta terdapat kerjasama yang erat dan bersifat pribadi, interaksi sosial berlangsung secara tatap muka (face to face), Contohnya: keluarga, kelompok bermain, klik/clique.
3) Berdasarkan hubungan familistik (sifat kekeluargaan), dikenal adanya paguyuban (Gemeinschaft). Ferdinand Tonnies mengataakan bahwa paguyuban (gemeinscaft) adalah bentuk kehidupan hubungan batin yang murni terikat oleh hubungan batin yang kekal berdasarkan rasa cinta dan rasa persatuan batin. Contohnya: kelompok kekerabatan, rukun tetangga/RT.
4) Berdasarkan sifat organisasi, terdapat informal group. Informal group adalah kelompok yang tidak memiliki struktur/organisasi tertentu, kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk berdasarkan pertemuan yang berulangkali. Contohnya: kelompok arisan, kelompok belajar, klik/clique.
5) Berdasarkan keanggotaan, terdapat adanya kelompok membership group dan reference group. Kelompok membership adalah kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota. Contohnya: peserta asuransi nasabah bank, anggota OSIS, anggota PGRI. Sedangkan kelompok reference/kelompok rujukan atau acuan adalah kelompok sosial yang dijadikan rujukan/acuan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk kepribadiannya dalam berperilaku. Contohnya; seseorang yang gagal menjadi mahasiswa UI tetapi ia tetap bertingkah laku seperti mahasiswa UI.

4. Perkumpulan (Asosiasi)
a. Pengertian Perkumpulan Perkumpulan atau asosiasi adalah kesatuan manusia yang dibentuk secara sadar untuk tujuan-tujuan khusus. Terbentuknya perkumpulan dilandasi oleh kesamaan minat, tujuan, kepentingan, pendidikan, keahlian profesi, atau agama. Perkumpulan merupakan suatu organisasi buatan yang bersifat formal, dengan jumlah anggota relatif terbatas, memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, hubungan antar anggota tidak bersifat pribadi, memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
b. Bentuk-Bentuk Perkumpulan Bentuk-bentuk perkumpulan dalam masyarakat adalah :
1) Berdasarkan sifat hubungan anggotanya, terbentuk kelompok sekunder (secondary group). Kelompok sekunder adalah suatu perkumpulan yang terdiri dari banyak orang dengan bentuk hubungan tidak bersifat pribadi dan bersifat sementara. Contohnya: negara, bangsa dan suku.
2) Berdasarkan sifat organisasi, terbentuk organisasi formal (formal group) yaitu kesatuan manusia yang tergabung dalam sebuah organisasi yang memiliki peraturan tegas yang sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesama. Contohnya: perkumpulan mahasiswa, perkumpulan organisasi massa, instansi pemerintah, dan sebagainya.
3) Berdasarkan pola hubungan yang diciptakan para anggotanya, terbentuk kelompok patembayan (gesellschaft). Kelompok patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok, biasanya untuk jangka waktu pendek, dan terdapat dalam hubungan perjanjian berdasarkan ikatan timbal balik (kontrak). Misalnya: ikatan karyawan dan majikan dalam organisasi suatu pabrik.
4) Berdasarkan prinsip guna/fungsinya, terdapat perkumpulan atas dasar ekonomi. Contohnya: perkumpulan pedagang, koperasi, suatu perseroan suatu perusahaan dan sebagainya.
5) Berdasarkan keperluan, terdapat banyak perkumpulan contohnya seperti perkumpulan untuk memajukan pendidikan maka dibentuk yayasan pendidikan, suatu perkumpulan pemberantasan buta huruf.
6) Perkumpulan untuk memajukan ilmu pengetahuan atau organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial (HISPI), Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), dan sebagainya.
7) Berdasarkan aktivitas keagamaan, terdapat banyak perkumpulan, contohnya seperti organisasi penyiar agama, kelompok pengajian, organisasi gereja, gerakan kebatinan, dan sebagainya.
8) Berdasarkan aktivitas politik, terdapat banyak perkumpulan, contohnya seperti Parpol, kelompok kepentingan/penekan, dan sebagainya.
9) Berdasarkan kepentingan memajukan olah raga, terdapat banyak perkumpulan, contohnya: PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia).

C. Kriteria Masyarakat
                Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat, yaitu :
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
• Masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Menurut Karl Marx, Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

• Proses terbenruknya masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
a. Proses Internalisasi. b. Proses Sosialisasi. c. Proses Enkulturasi.
2. Proses Evolusi Sosial
3. Proses Difusi
4. Akulturasi dan Pembauran atau Asimilasi
5. Pembauran atau Inovasi

• Golongan-golongan masyarakat ada 3, yaitu :
1. Masyarakat tradisional
2. Masyarakat modern
3. Masyarakat transisi

• Unsur-unsur yang terdapat dalam masyarakat terdiri dari :
1. Golongan sosial
2. Kategori sosial
3. Kelompok sosial
4. Perkumpulan (Asosiasi)

• Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat, yaitu :
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

D. Saran
        Demikianlah makalah mengenai Masyarakat, Unsur Masyarakat dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia yang telah kami buat. Dengan adanya makalah ini, mahasiswa sebaiknya lebih mendalami dan menguasai mengenai kehidupan social setiap masyarakat, sehingga dapat mengetahui apa itu masyarakat, unsur-unsur dari masyarakat dan kriteria yang terdapat dalam masyarakat

DAFTAR PUSTAKA

Alwiyanti, Kusumawardani. 2012. Makalah Study Masyarakat Indonesia: Blogger (Online). (http://al8894wy.blogspot.com/2012/12/makalah-study-masyarakat-indonesia.html, diakses 21 April 2013)
Duan, Mbah. 2012. Makalah Tentang Masyarakat: Blogger (Online). (http://mbahduan.blogspot.com/2012/04/makalah-tentang-masyarakat.html, diakses 21 April 2013)
Godam64. 2008. Pengertian Masyarakat, Unsur dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia: Organisasi.Org (Online). (http://organisasi.org/pengertian-masyarakat-unsur-dan-kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia, diakses 21 April 2013)
Junaidi, Wawan. 2012. Pengertian Masyarakat: Blogger (Online). (http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-masyarakat.html, diakses 21 April 2013)
Salwinsah. 2011. Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia. Wordpress (Online), (http://salwintt.wordpress.com/artikel/kisah-islami/kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia/, diakses 21 April 2013)
Soetaman, Naman. 2012. Unsur-Unsur Masyarakat Blogger (Online). (http://gurumenulis12.blogspot.com/2012/06/unsur-unsur-masyarakat.html, diakses 21 April 2013)

Kamis, 03 April 2014

Tujuan PTK

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas

           Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai. Untuk mencapai sesuatu/tujuan dilakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan. Perumusan tujuannya haruslah dilakukan dengan jelas, baik dan terencana.
         Penelitian Tindakan Kelas didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek-praktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional.
           Jadi, Tujuan Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu hal yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran dalam kelas dan untuk mencapai hal yang diinginkan itu dilakukan dengan penelitian. Penelitian Tindakan Kelas ini pula dilakukan karena adanya masalah yang dihadapi pendidik dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan Kelas diawali dengan kesadaran akan adanya permasalahan yang dirasakan mengganggu, yang dianggap menghalangi pencapaian tujuan pendidikan sehingga ditengarai telah berdampak kurang baik terhadap proses dan atau hasil belajar pserta didik, dan atau implementasi sesuatu program sekolah. Bertolak dari kesadaran mengenai adanya permasalahan tersebut, yang besar kemungkian masih tergambarkan secara kabur, guru kemudian menetapkan fokus permasalahan secara lebih tajam kalau perlu dengan mengumpulkan tambahan data lapangan secara lebih sistematis dan atau melakukan kajian pustaka yang relevan. Dengan adanya Penelitian Tindakan Kelas, kesalahan dan kesulitan dalam proses pembelajaran akan dengan cepat dianalisis dan didiagnosis, sehingga kesalahan dan kesulitan tersebut tidak akan berlarut-larut, jika kesalahan yang terjadi dapat segera diperbaiki dan kesulitannya dapat segera diatasi, maka pembelajaran akan mudah dilaksanakan dan hasil belajar peserta didik diharapkan akan meningkat. Selain itu, Penelitian Tindakan Kelas dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru, apakah selama ini metode, strategi dan teknik yang digunakan sudah sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik. Sehingga hasil belajar peserta didik dapat menjadi lebih baik.
          Agar Penelitian Tindakan Kelas dapat dilaksanakan dengan baik, tentu saja kita perlu menyamakan persepsi apa sebenarnya tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
A. Tujuan Umum Penelitian Tindakan Kelas Pengembangan keterampilan guru berdasarkan persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.

B. Tujuan Khusus Penelitian Tindakan Kelas
1. Memperbaiki dan meningkatkan layanan profesional guru dalam menangani proses pembelajaran
2. Mengembangkan keterampilan guru yang bertolak dari kebutuhan menanggulangi masalah pembelajaran di kelas
3. Membina tumbuhnya budaya meneliti oleh guru
4. Membina pemberdayaan professional guru (empowered), Seorang supervisor dituntut untuk mengenal dan memahami masalah-masalah pengajaran

C. Tujuan Sertaan Penelitian Tindakan Kelas Terjadinya proses latihan dalam jabatan oleh guru selama proses penelitian tindakan kelas dilakukan menumbuh kembangkan budaya meneliti di kalangan Guru

D. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas menurut Para Ahli
1. Menurut, Suhadjono tujuan penelitian tindakan kelas, yaitu:
a. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, serta hasil pendidikan dan pembelajaran disekolah
b. Membantu guru dan tenaga kekependidikan lainnya mengatasai masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam kelas
c. Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidikan
d. Menumbuh-kembangkan budaya akademik dilingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjuta (sustainable)

2. Menurut Kasihani, tujuan Penelitian tindakan kelas adalah:
a. Meningkatkan dan memperbaiki praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru, mengingat masyarakat kita berkembang begitu cepat. Hal ini akan berakibat terhadap meningkatnya tuntutan layanan pendidikan yang harus dilakukan oleh guru. PTK merupakan cara yang strategis bagi guru untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan tersebut
b. Meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan atau perbaikan praktek pembelajaran di kelas hanya tujuan antara, sedangkan tujuan akhir adalah peningkatan mutu pendidikan. Misal, terjadi peningkatan motivasi siswa dalam belajar, meningkatnya sikap positif siswa terhadap mata pelajaran, bertambahnya keterampilan yang dikuasai, adalah merupakan beberapa contoh dari tujuan antara sebagai hasil jangka pendek dari peningkatan praktek pembelajaran di kelas. Sasaran akhirnya adalah meningkatnya mutu pendidikan
c. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif untuk memperbaiki pembelajaran, berdasar pada persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelas.

3. Menurut Grundy dan Kemmis tujuan tindakan kelas, meliputi tiga hal yakni:
a. Peningkatan Praktik, untuk menemukan atau untuk menggeneralisasikan sesuatu yang terlepas dari kebutuhan dan tuntutan masyarakat pada umumnya
b. Pengembangan Profesional, keinginannya untuk meningkatkan kualitas kinerja agar lebih baik untuk mencapai hasil yang lebih optimal
c. Peningkatan Situasi Tempat Praktik, Guru yang professional dalam mengerjakan tugas mengajarnya, akan selalu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan memanfaatkan berbagai rekayasa tekhnologi untuk untuk meningkatkan kualitas mengajarnya dan kinerjanya

4. Menurut Ditjen PMPTK, tujuan Penelitian tindakan kelas antara lain:
a. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah
b. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas
c. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan
d. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan/pembelajaran secara berkelanjutan.

5. Menurut Asikin, tujuan Penelitian tindakan kelas antara lain:
a. Untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas
b. Untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan professional pendidik dalam
c. Menangani proses belajar mengajar di kelas
d. Pengembangan keterampilan proses pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya
e. Sebagai proses latihan dalam jabatan dan layanan pembelajaran yang akurat.

6. Menurut Kunandar dalam Bukunya, disebutkan bahwa tujuan penelitian tindakan Kelas adalah sebagai berikut:
a. Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik dikalangan para guru
b. Peningkatan kualitas praktik pembeljaran di kelas secara terus menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat
c. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses pembelajaran
d. Sebagai alat training in-service,yang memperlengkapi guru dengan skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya
e. Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan tambahan atau inovatif terhadap system pembelajaran yang berkelanjutanyang biasanya menghambat inovasi dan perubahan
f. Peningkatan hasil mutu pendidikan melalui perbaikan praktik pembeljaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan dan menningktkan motivasi belajar siswa
g. Meningkatkan sikap profesionalpendidik dan tenaga kependidikan
h. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, sehingga tercipta proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan
i. Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses pembelajran di samping untuk meningkatkan relevansi dan mutu hasil pendidikan juga situnjukkan untuk meningkatkan efisiensi peemanfaatan sumber-sumber daya yang terintegrasi di dalamnya.

7. Menurut Borg, menegaskan bahwa tujuan utama penelitian tindakan adalah pengembangan keterampilan guru berdasarkan persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan. Berdasarkan pada beberapa tujuan penelitian tindakan kelas yang dipaparkan diatas. Maka Output atau hasil yang diharapkan melalui PTK adalah peningkatan atau perbaikan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Peningkatan atau perbaikan kinerja siswa di sekolah
2. Peningkatan atau perbaikan mutu proses pembelajaran di kelas
3. Peningkatan atau perbaikan kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainya
4. Peningkatan atau perbaikan kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa
5. Peningkatan atau perbaikan masalah-masalah pendidikan anak di sekolah
6. Peningkatan dan perbaikan kualitas dalam penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa
        Jika, dicermati secara mendalam beberapa tujuan penelitian tindakan tersebut diatas pada intinya, memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Menemukan pemecahan masalah yang dihadapi sesorang guru
2. Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran
3. Memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembelajaran yang dilaksanakan guru
4. Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu
5. Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya
6. Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran
7. Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru
8. Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas asumsi
9. Memecahkan masalah-masalah melalui penerapan langsung di kelas Menurut Mohammad Asrori, tujuan PTK ini dapat dicapai dengan cara melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan pembelajaran yang selama ini dihadapi, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Oleh karena itu fokus utama penelitian tindakan kelas adalah terletak kepada tindakan-tindakan alternatif yang dirancang oleh guru kemudian di cobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitas tindakan-tindakan alternatif itu dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru

Sejarah PTK

Sejarah Penelitian Tindakan Kelas

           Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research (CAR) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran, dan mencobakan hal-hal baru di bidang pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran. Pendek kata, PTK adalah ragam penelitian yang dimaksudkan untuk mengubah bebagai keadaan, kenyataan, dan harapan mengenai pembelajaran menjadi lebih baik dan bermutu dengan cara melakukan sejumlah tindakan yang dipandang tepat.

A. Sejarah Penelitian Tindakan Kelas
               Di Dunia Munculnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berasal dari inspirasi pendekatan ilmiah yang di kemukakan oleh seorang filsuf bernama John Dewey tahun 1910 dalam sebuah buku yang berjudul How We Think dan The Source of a Science of Educatio. Awal mulanya, Action recearch dikembangkan oleh seorang psikologi bernama Kurt Lewin dengan tujuan untuk mencari penyelesaian terhadap problem sosial, seperti pengangguran atau kenakalan remaja yang berkembang di masyarakat pada waktu itu. Action Research diawali oleh suatu kajian terhadap suatu problem secara sistematis. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin. Pada waktu itu, PTK dipakai untuk mendeskripsikan penelitian yang merupakan perpaduan antara pendekatan eksperimental dalam bidang ilmu social dengan program tindakan social untuk menanggapi masalah social. Penelitian tindakan pertama kali dikembangakan oleh Kurt Lewin seorang Jerman pada tahun 1940-an. Ia seorang ahli psikologi social dan eksperimental. Ia adalah seorang yang peduli terhadap masalah-masalah social dan memfokuskannya pada proses kelompok partisipatif untuk menangani konflik, krisis, dan perubahan-perubahan yang umumnya ada dalam suatu organisasi. Lewin pertama kali mengemukakan istilah action research (penelitian tindakan) pada makalah-makalah yang ditulisnya pada tahun 1946, yang antara lain berjudul Action Research and Minority Problems, dan Characterizing action research as “a Comparative Research un the Condition and Effect of Various Forms of social action and Research Leading to social Action”. Konsep inti PTK yang diperkenalkan oleh Kurt Lewin ialah bahwa dalam satu siklus terdiri dari empat langkah, yaitu:
1. Perencanaan (planning)
2. Aksi atau tindakan (acting)
3. Observasi (observing)
4. Refleksi (reflecting).
             Ahli lainnya yang kontribusinya pada bidang penelitian ini adalah Eric Trist, seorang ahli psikiatri social. Lewin dan Trist mengaplikasikan penelitian mereka pada perubahan system yang terjadi di dalam atau antar organisasi. Mereka menekankan keprofesionalannya dan berkolaborasi dengan klien dan menguatkan peran hubungan kelompok sebagai dasar untuk pemecahan masalah. Dalam perkembangannya, PTK tidak hanya digunakan untuk bidang social dan ekonomi. Pada tahun 1952-1953, Stephen Corey memakai model PTK untuk penelitian tindakan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, dengan PTK perubahan dapat dilaksanakan dan dirasakan oleh semua praktisi pendidikan. Selama beberapa dekade penelitian tindakan dilupakan orang karena dianggap kurang ilmiah.
            Namun pada pertengahan tahun 1970-an, bidang ini berkembang dan memunculkan empat aliran utama yaitu :
1. Aliran tradisional
2. Contextural (action learning)
3. Radical
4. Penelitian tindakan yang berhubungan dengan pendidikan.
              Pada tahun 1967-1972 ada suatu proyek di Inggris yang menekankan pentingnya percobaan kurikulum dan pentingnya pengembangan kurikulum (Schools Council’s Humanities Curriculum Project atau HCP). Kepala HCP, Lawrence Steen House (1975) memperkenalkan istilah “the teacher as researcher” atau guru sebagai peneliti. Sekitar tahun 1972-1975, ada proyek yang dinamakan Ford Teaching Project, yang dipimpin oleh John Elliot dan Clem Adelman (Hopkins, 1993 : 32). Ada 40 guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah yang dilibatkan dalam penelitian ini untuk menelaah praktek kelasnya dengan penelitian tindakan, sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan pengejaran mereka. Dari sinilah muncul istilah penelitian tindakan kelas. Pada tahun 1976 didirikan suatu jaringan penelitian tindakan kelas yang dinamakan classroom action research, yang berpusat di Cambridge Institute. Selanjutnya pada tahun 1980-an guru-guru di proyek John Elliot memusatkan kegiatan pada “adanya kesenjangan antara mengajar untuk pemahaman dan mengajar untuk kebutuhan”. Sejak saat itu, banyak perhatian ditujukan pada PTK, karena semakin tingginya kesadaran guru akan manfaat PTK. Pada awal tahun 1980, di Amerika, muncul suatu keinginan untuk mewujudkan kolaborasi dalam upaya mengembangkan profesionalisme antara pendidik dan tenaga kependidikan. Gideonse (1983) mengemukakan bahwa restorasi terhadap pendekatan penelitian perlu diadakan sehingga penelitian yang dilakukan merupakan investigasi yang terkendali terhadap berbagai fase pendidikan dan pembelajaran dengan cara refleksi dan sistematis. Upaya kaloborasi ini dikenal sebagai tindakan atau Action research. Penelitian ilmiah yang digunakan Dewey sangat ideal, namun pendekatan demikian tidak mampu menyelesaikan masalah menjadi sebuah inkuiri sosial maupun kependidikan yang merupakan sebuah upaya kolaboratif dengan mjnculnya suatu kebutuhan yang mendesak dalam ilmu pendidikan yang lebih memfokuskan pada masalah praktek bukan pada teori . Kebutuhan terhadap sebuah upaya kolaboratif dalam menyibak tabir penelitian semakin hari dirasakan semakin mendesak. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980 di Amerika Serikat muncul keinginan mewujudkan kolaborasi, dengan demikian mampu mengembangkann profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk itu, Gideonse (1983) mengemukakan perlu dilakukan restorasi terhadap pendekatan penelitian sehingga penelitian itu merupakan suatu investigasi terkendali terhadap berbagai fase pendidikan dan pembelajaran dengan cara reflektif dan sistematis. Dukungan kolaboratif semakin meluas ( Schon, 1983; Prunty dan Hively 1982). Upaya kolaboratif ini dikenal sebagi suatu penelitian tindakan (action research) Penelitian tindakan mengalami kemunduran selama kuran lebih dua puluh tahun ejak Hogkinson (1957) mengadvokasinya. Menurut sejarah kelahiran penelitian tindakan sesungguhnya sudah pernah digunakan stephen M. Carey (1950) untuk memperbaiki taraf kehidupan etnik Indian Amerika. Dalam ilmu sosial, Kurt levin (dalam McTaggart, 1993) memahami antara hubungan antara teori dan praktik sebagai aplikasi dari hasil penelitian.Menurut Levin kekuatan dari penelitian tindakan terletak pada fokus penelitian, yaitu masah-masalah sosial poitik. Kemmis (1982) bahkan menegaskan bahwa theory and acion might develop together from application of the scientific approach. Tokoh penelitian tindakan, yang juga aktor sosial (Levin, 1952) adalah Stephen M. Corey (1949,1952,1953). Ia mempelopori pemanfaatan penelitian tindakan untuk guru, yang kemudian dikenal dengan penelitian tindakan kelas. Itulah sekelumit sejarah penemuan penelitian tindakan kelas. Namun bagaimanapun yang terpenting bagi seorang pendidik khususnya, adalah penelitian tindakan kelas apabila dilakukan dengan prosedur yang benar, jelas akan melahirkan proses kegiatan belajaar-mengajar yang bermakna, bukan sekedar hasil, tapi juga proses kegiatan belajar itu sendiri. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial berkebangsaan Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin Mc. Taggart, John Elliot, Dave Ebbutt dan sebagainya. Di Indonesia sendiri PTK baru diperkenalkan pada akhir dekade 80-an (Aqib, 2006:87).

B. Sejarah Penelitian Tindakan Kelas Di Indonesia
              Di Indonesia PTK masih dapat dikatakan relatif muda, karena selama ini model penelitian di kelas berupa penelitian kuantitatif. Paradigma lama beranggapan bahwa kelas hanya merupakan lapangan tempat uji coba teori, tempat menyebarkan angket penelitian tanpa ada usaha melibatkan guru sebagai tim peneliti, padahal guru merupakan kunci keberhasilan metode pembelajaran yang hendak diujicobakan. Dengan munculnya PTK diharapkan akan menghapus paradigma seperti itu. Gurulah yang lebih tahu permasalahan yang ada dikelasnya, yang pada gilirannya guru jugalah yang berperan mencari solusinya. PTK saat ini merupakan sarana yang paling ampuh dalam mencari solusi terhadap permasalahan dalam pembelajaran yang dialami guru. Perkembangan PTK di Indonesia masih relative muda. Pada tahun 1994-1995 proyek PGSD memprogramkan penelitian kebijakan dan penelitian tindakan dengan topic ke-SD-an. Namun pada waktu itu belum ditekankan pada penelitian tindakan kelas, karena PTK masih merupakan “hal baru”. Kemudian pada tahun 1996-1997, proyek penelitian guru SD memprogramkan penelitian tindakan kelas bagi dosen-dosen PGSD di seluruh Indonesia, bekerja sama dengan guru-guru SD. Sejak saat itu, penelitian tindakan kelas mulai berkembang sebagai suatu penelitian kolaboratif di dalam kelas sebagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berkembang dari istilah penelitian tindakan (action research) (Sanjaya, hal. 24). Oleh karena itu, untuk memahami pengertian PTK perlu ditelusuri pengertian penelitian tindakan terlebih dahulu. Penelitian tindakan mulai berkembang di Amerika dan berbagai negara di Eropa, khususnya dikembangkan oleh mereka yang bergerak di bidang ilmu sosial dan humaniora (Basrowi & Suwandi). Orang-orang yang bergerak di bidang itu dituntut untuk terjun mempraktikkan suatu tindakan atau perlakuan di lapangan. Mereka berarti langsung mempraktikkan tindakan yang telah direncanakan dan mengukur kelayakan tindakan yang diberikan tersebut. Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif dan kolektif yang dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran praktik sosial mereka (Sanjaya,). Dalam hal ini, penelitian tindakan memiliki kawasan yang lebih luas daripada PTK. Penelitian tindakan diterapkan di berbagai bidang ilmu di luar pendidikan, misalnya dalam kegiatan praktik bidang kedokteran, manajemen, dan industri (Basrowi & Suwandi). Bila penelitian tindakan yang berkaitan pada bidang pendidikan dilaksanakan dalam kawasan sebuah kelas, maka penelitian tindakan tindakan ini disebut PTK. Sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu PTK dikenal dan ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan. Istilah dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). Dari namanya sudah menunjukkan isi yang terkandung didalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas.
              Dikarenakan ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut, maka ada tiga pengertian yang dapat diterangkan yaitu:
1. Penelitian, menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti.
2. Tindakan, menunjukkan pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa.
3. Kelas, dalam hal ini tidak terkait pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama, menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Kelas adalah sebuah ruangan tempat guru mengajar dan untuk siswa yang sedang belajar. Tetapi pengertian tersebut salah, sehingga perlu ada penjelasan lebih terperinci tentang pengertian kelas. Menurut pengertian pengajaran, kelas bukan wujud ruangan, tetapi sekelompok peserta didik yang sedang belajar.
                Dengan demikian, penelitian tindakan kelas dapat dilakukan tidak hanya di ruang kelas, tetapi dimana saja tempatnya, yang penting ada sekelompok anak yang sedang belajar. Peristiwanya dapat terjadi di laboratorium, di perpustakaan, di lapangan olahraga, ditempat kunjungan, atau ditempat lain dimana siswa berkerumun belajar tentang hal yang sama. Ciri bahwa anak sedang dalam keadaan belajar adalah otaknya aktif berpikir, mencerna bahan yang sedang dipelajari. Dengan batasan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa (Arikunto dkk., 2006: 2-3). C. Penelitian Tindakaan Kelas Saat Ini Pada beberapa tahun terakhir ini, PTK mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini dikarenakan semakin berkembangnya kesadaran para guru dan para peneliti di bidang pendidikan akan manfaat PTK bagi perbaikan proses pembelajaran di kelas. Sebenarnya PTK sudah dilaksanakan oleh guru sejak ada proses pembelajaran secara klasikal, meskipun tidak disadari oleh guru. Pada saat itu sudah dilakukan upaya perbaikan proses pembelajaran di kelas, namun pada saat itu belum dinamakan PTK. Sejak ada proses pembelajaran, praktis PTK sudah ada, hanya saja belum ada laporan secara tertulis tentang upaya perbaikan pembelajaran di dalam kelas. Akhir-akhir ini, penelitian tindakan yang berhubungan dengan pendidikan dan bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan cara guru mengajar di kelas dikenal dengan penelitian tindakan kelas, berkembang dengan pesat, terutama di negara maju seperti Amerika serikat, Inggris, dan Australia. Di Indonesia, penelitian tindakan kelas mulai diperkenalkan pada tahun 1990-an. Mengapa PTK perlu dilakukan oleh guru ? Menurut Hopkins (1993). Dari segi profesionalisme penelitian kelas yang dilakukan oleh guru dipandang sebagai satu unjuk kerja seorang guru yang profesionalkarna studi sistematik yang dilakukan terhadap diri sendiri dianggap sebagai tanda dari pekerjaan guru yang professional. Dari sisi ini ada dua argumentasi yang dapat dikemukakan oleh Hopkins (1993).
1. Guru yang baik perlu mempunyai otonomi dalam melakukan penelitian Professional sehingga sesungguhnya ia tidak perlu diberi tahu apa yang harus Dikerjakan.
2. Ketidaktepatan paradigma penelitian tradisional dalam membantu guru Memperbaiki kinerjanya dalam mengajar.

Prosedur Pelaksanaan PTK

Prosedur Pelaksanaan Penelitian

       Tindakan Kelas Prosedur adalah langkah-langkah yang dilalui atau yang harus dijalankan dalam melakukan suatu kegiatan. Pelaksanaan adalah bagaimana menjalankan lankah langkah atau prosedur dalam suatu kegiatan. Prosedur penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem berdaur dari berbagai kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu suatu upaya dari pihak terkait, khususnya guru sebagai pengajar, untuk meningkatkan atau memperbaiki proses belajar mengajar ke arah tercapainya tujuan pendidikan atau pengajaran itu sendiri. Penelitian Tindakan Kelas bukan hanya bertujuan mengungkapkan penyebab dari berbagai permasalahan pembelajaran yang dihadapi seperti kesulitan siswa dalam mempelajari pokok-pokok bahasan tertentu, tetapi yang lebih penting lagi adalah memberikan pemecahan masalah berupa tindakan tertentu untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar.
           Pembahasan berikutnya akan menguraikan prosedur pelaksanaan PTK yang meliputi penetapan fokus permasalahan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan yang diikuti dengan kegiatan observasi, interpretasi, dan analisis, serta refleksi. Apabila diperlukan, pata tahap selanjutnya disusun rencana tinda lanjut. Upaya tersebut dilakukan secara berdaur membentuk suatu siklus. Langkah-langkah pokok yang ditempuh pada siklus pertama dan siklus-siklus berikutnya. Sesudah menetapkan pokok permasalahan secara mantap langkah berikutnya adalah: Perencanaan tindakan, Pelaksanaan tindakan, Pengumpulan data (pengamatan/observasi), dan Refleksi (analisis, dan interpretasi)
             Hasil refleksi siklus pertama akan mengilhami dasar pelaksanaan siklus kedua. Setelah permasalahan ditetapkan, pelaksanaan PTK dimulai dengan siklus pertama yang terdiri atas empat tahap kegiatan. Hasil refleksi siklus pertama akan dapat diketahui keberhasilan atau hambatan dalam hasil tindakan, peneliti kemudian mengidentifikasi permasalahannya untuk menentukan rancangan siklus berikutnya. Kegiatan yang dilakukan dalam siklus kedua mempunyai berbagai tambahan perbaikan dari tindakan sebelumnya yang ditunjukan untuk mengatasi berbagai hambatan/ kesulitan yang ditemukan dalam siklus sebelumnya. Dengan menyusun rancangan untuk siklus kedua, peneliti dapat melanjutkan dengan tahap kegiatan-kegiatan seperti yang terjadi dalam siklus pertama. Jika sudah selesai dengan siklus kedua dan peneliti belum merasa puas, dapat dilanjutkan pada siklus ketiga, yang tahapannya sama dengan siklus terdahulu. Tidak ada ketentuan tentang berapa siklus harus dilakukan, namun setiap penelitian minimal dua siklus dan setiap siklus minimal tiga pertemuan. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas yaitu:
1. Ada upaya peningkatan sehingga dalam judul tercermin tentang apa yang ditingkatkan.
2. Dalam upaya peningkatan ada cara atau tindakan yang dilakukan sehingga dalam judul juga tercermin jawaban bagaimana cara meningkatkan. Sehingga dalam PTK ada tindakan yang berbeda dengan pengajaran sebelumnya.
3. Terdapat subyek penelitian dalam judul tercermin siapa yang ditingkatkan.
           Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas yaitu:
1. Pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal dan silabus yang berlaku.
2. Tidak boleh mengganggu tugas guru.
3. Tidak terlalu banyak membuang waktu.
4. Konsisten dengan rancangan penelitian.
5. Masalah benar-benar yang dihadapi guru di kelasnya dimulai dari permasalahan yang sederhana, nyata, jelas dan tajam.
6. Selalu bertujuan untuk peningkatan mutu pembelajaran, kemajuan belajar dipantau. Peningkatan mutu pembelajaran membawa konsekuensi logis meningkatnya prestasi belajar siswa.
           Prosedur awal dari PTK adalah merasakan ada sesuatu yang ‘tidak beres’. Jika ada sesuatu yang tidak beres, pertanda ada masalah. Tentu saja masalah itu bukan satu, mungkin lebih dari satu. Oleh karena itu, peneliti (guru) perlu mencari fokus masalah yaitu masalah yang dianggap paling utama. Fokus masalah itu dianalisis oleh peneliti. Inti analisisnya adalah mengungkapkan faktor penyebab masalah, memprediksi implikasi (akibat yang bisa timbul jika masalah tidak diatasi), dan intervensi (deskripsi beberapa strategi pembelajaran sebagai alternatif untuk memecahkan masalah). Jadi penentuan masalah dan analisis masalah merupakan prosedur awal dari PTK. Prosedur kedua adalah rencana pemecahan masalah atau rencana tindakan. Hal-hal yang direncanakan pada tahap ini adalah memilih dan menentukan pokok bahasan yang akan dijadikan objek PTK; memilih dan menetapkan strategi pembelajaran sebagai tindakan pemecahan masalah; menyusun langkah-langkah penerapan strategi dalam bentuk desain atau rencana pembelajaran; merumuskan kembali masalah, dan diikuti dengan hipotesis tindakan. Jadi ada semacam kegiatan hierarkis pada prosedur ini. Dimulai dari pokok bahasan yang akan diteliti dan diakhiri dengan perumusan hipotesis tindakan. Perumusan kembali masalah dan hipotesis tindakan disarankan oleh Aleks Maryunis (2002) sebagai berikut: Masalah: Apakah dengan melakukan … dapat dicapai …? Hipotesis Tindakan: Dengan melakukan … dapat dicapai …. Prosedur ketiga adalah adalah penetapan rencana pengumpulan data. Hal yang direncanakan pada bagian ini adalah penyusunan instrumen pengumpul data. Instrumen yang disusun ditetapkan untuk pengumpulan data apa, digunakan kapan, dan yang menggunakan siapa, jika memerlukan responden, respondennya siapa dan jumlahnya berapa. Pada bagian ini benar-benar terlihat hal-hal yang berhubungan dengan pengumpulan data. Prosedur keempat adalah rencana analisis data. Pada bagian ini ditetapkan teknik untuk menganalisis data. Dengan cara atau teknik bagaimana data dianalisis, ditetapkan pada bagian ini. Selain itu, pada bagian ini juga ditetapkan interpretasi data atau refleksi. Dengan demikian, rencana tindakan selanjutnya dapat disusun berdasarkan hasil refleksi. Begitulah seterusnya sampai pada siklus yang kesekian.
            Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan PTK antara lain: Refleksi awal, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
1. Refleksi Awal
           Refleksi awal yaitu pengajar merefleksikan masalah-masalah yang ada di kelasnya. Permasalahan pembelajaran bisa disebabkan oleh permasalahan kelas, yaitu apabila mayoritas siswa mengalami dan permasalahan individu bila hanya satu dua anak yang mengalami. Gejala permasalahan kelas yang mudah dikenali antara lain prestasi rendah, kelas pasif, partisipasi rendah, motivasi belajar siswa rendah dan lainnya. Kadang-kadang ide datang dari orang lain untuk melakukan PTK dengan mengajak guru di sekolah. Kegiatan refleksi awal ini terdiri dari identifikasi masalah, analisis masalah, perumusan masalah, dan perumusan hipotesis tindakan:
a. Identifikasi masalah yaitu menemukan masalah yang mengganggu proses belajar dan menghalangi tercapainya tujuan. Caranya adalah Renungkan, pikirkan, dan refleksikan kekurangan-kekurangan dalam proses pembelajaran yang telah dilakukan yang berdampak pada kurang optimalnya proses dan hasil belajar. Pengajar juga perlu mengidentifikasi kelebihan dan keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan sebagai acuan tindakan yang akan dilakukan.
b. Analisis masalah yaitu membandingkan atau mempertimbangkan masalah mana yang diprioritaskan atau mendesak untuk segera diatasi dan juga strategis. Masalah yang perlu dipilih adalah masalah yang sangat strategis, masalah yang sangat mendesak untuk segera diatasi, dalam penaganannya dapat dilakukan oleh pengajar dan sesuai dengan prioritas.
c. Perumusan masalah yaitu tindakan merumuskan semua permasalahan yang telah diidentifikasi dan di analisis secara cermat dan teliti dan dituangkan dalam sebuah kalimat atau pertanyaan. Rumusan masalah hendaknya jelas, spesifik dan operasional. Dalam merumuskan masalah perlu diperhatikan Masalah dirumuskan secara jelas, tidak mempunyai makna ganda, Masalah dapat dituangkan dalam kalimat tanya, Rumusan masalah pada umumnya menunjukan hubungan antar dua atau lebih variabel, Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik yaitu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, dan Menunjukan secara jelas subjek penelitian
d. Hipotesis tindakan yaitu dugaan terhadap tindakan yang akan dilakukan nantinya. Hipotesis dikembangkan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan. Hipotesis yang baik harus dapat diuji secara empiris, artinya dampak tindakan yang dilakukan dapat diukur baik secara kualitatif ataupun kuantitatif.

2. Kegiatan Perencanaan
            Bila penyebab utama permasalahan kelas ditemukan, maka langkah berikutnya yaitu merencanakan tindakan. Rencana tindakan ini disusun untuk menguji secara empiris hipotesis tindakan yang telah dirumuskan. Tindakan harus berdasarkan teori-teori belajar, metode, strategi mengajar yang telah ada dan dari hasil penelitian sebelumnya mengenai tindakan tersebut. Rencana tindakan berupa langkah-langkah tindakan secara sistematis dan rinci. Peneliti perlu menentukan kriteria keberhasilan dari tindakan yang akan dilakukan agar ada target yang akan dicapai. Rencana tindakan meliputi: materi (bahan ajar), metode atau teknik mengajar, teknik dan instrumen observasi dan evaluasi, kendala yang mungkin timbul pada saat implementasi, dan alternatif pemecahannya

3. Kegiatan Pelaksanaan
            Setelah menyusun rencana tindakan, kegiatan berikutnya adalah mengimplementasikan tindakan dan mengamati hasilnya. Rencana tindakan diimplementasikan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran guru seperti yang direncanakan. Rencana tindakan yang merupakan prosedur suatu metode, strategi pembelajaran tertentu ini akan dilaksanakan dalam konteks sekolah tersebut dan tiap sekolah berbeda. Pada tahapan ini, rancangan strategi dan skenario pembelajaran diterap- kan. Skenario tindakan harus dilaksanakan secara benar tampak berlaku wajar. Pada PTK yang dilakukan guru, pelaksanaan tindakan umumnya dilakukan dalam waktu antara 2 sampai 3 bulan. Waktu tersebut dibutuhkan untuk dapat menyesaikan sajian beberapa pokok bahasan dan mata pelajaran tertentu. Pada tahap inilah pengajar berperan ganda, yaitu sebagai praktisi (pelaksana pembelajaran) dan sekaligus sebagai peneliti (pengamat).

4. Kegiatan Observasi
               Tahapan ini sebenarnya berjalan secara bersamaan pada saat pelaksanaan tindakan. Pengamatan dilakukan pada waktu tindakan sedang berjalan, keduanya berlangsung dalam waktu yang sama. Pada tahapan ini, peneliti (atau guru apabila ia bertindak sebagai peneliti) melakukan pengamatan dan mencatat semua hal-hal yang diperlukan dan terjadi selama pelaksanaan tindakan berlangsung. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan format observasi/penilaian yang telah disusun. Termasuk juga pengamatan secara cermat pelaksanaan skenario tindakan dari waktu ke waktu dan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif (hasil tes, hasil kuis, presensi, nilai tugas dan lain-lain) tetapi juga data kualitatif yang menggambarkan keaktifan siswa, atau antusias siswa. Observasi juga bisa dilakukan alat perekam mekanik-elektronik.

5. Refleksi
           Refleksi adalah evaluasi secara jujur oleh tim dan kolaborator terhadap proses dan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan oleh peneliti. Refleksi dimaksudkan untuk mengindentifikasi kekurangan baik proses maupun hasilnya yang belum menunjukkan hasil maksimal. Bila sudah ditemukan kekurangannya, maka tim perlu mencari kekurangan dan menentukan solusi. Rancangan tindakan pada siklus berikutnya harus sudah disesuaikan dengan hasil refleksi. Perbaikan tindakan akan terus dilakukan sampai pada keadaan saturasi. Tahap ini meliputi kegiatan: menganalisis, memaknai, menjelaskan, dan menyimpulkan data yang diperoleh dari pengamatan (bukti empiris), serta mengaitkannya dengan teori yang digunakan (kerangka konseptual). Hasil refleksi ini dijadikan dasar untuk menyusun perencanaan tindakan siklus berikutnya. Refleksi yang tajam dan terpercaya akan diperoleh masukan yang sangat berharga dan akurat bagi penentuan tindakan berikutnya. Kadar ketajaman refleksi ditentukan oleh tingkat ketajaman dan keragaman instrumen observasi yang digunakan.
              Prosedur PTK terdiri dari empat langkah utama. Keempat langkah utama itu adalah perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Menurut Djojosuroto (2004: 146), keempat prosedur itu dapat dijabarkan seperti berikut ini:
1. Melaksanakan survei terhadap kegiatan pembelajaran di kelas. Teknik yang digunakan: pengamatan, wawancara, analisis dokumen, tes, atau teknik lain
2. Mengidentifikasi berbagai masalah yang dirasakan perlu untuk segera dipecahkan. Misalnya: siswa sangat pasif selama pembelajaran
3. Merumuskan secara jelas, dengan disertai penjelasan tentang penyebab-penyebabnya. Misalnya siswa sangat pasif selama pembelajaran karena dalam memimpin pembelajaran guru hanya menggunakan teknik ceramah.
4. Merencanakan tindakan untuk mengtasi masalah yang muncul tersebut. Misalnya untuk pelajaran bahasa Indonesia guru menerapkan teknik bermain peran (role play) dengan mempertimbangkan bahwa dengan teknik tersebut siswa dapat mengembangkan keterampilan berbahasa dengan ragam yang dikehendaki.
5. Melaksanakan tindakan, yang dalam contoh di atas ialah menerapkan teknik bermain peran dalam pelajaran bahasa Indonesia.
6. Melakukan pengamatan terhadap kinerja dan perilaku siswa. Tujuannya adalah untuk mengetahaui ada tidaknya perubahan keaktifan siswa dalam pembelajaran.
7. Menganalisis dan merefleksi: menjelaskan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan tindakan. Misalnya dengan teknik bermain peran siswa mulai menammpakkan keberaniannya menggunakan bahasa Indonesia dengan ragam tertentu. Masalahnya: mereka masih terkesan malu-malu kucing.
8. Melakukan perencanaan tindakan ulang untuk meningkatkan kualitas kinerja seperti yang dihendaki dan/atau memecahkan masalah yang tersisa, yang di dalam contoh di atas adalah rasa malu-malu kucing. Ketika sampai ke langkah yang kedelapan ini, peneliti sudah memasuki siklus yang kedua.