Minggu, 14 Februari 2021

MENCINTAI DAN Dicintai

Hay.. 
NamaKuu Herju
Saya adalah seorang laki-laki yang saat ini belum berumah tangga, saya juga belum memiliki pasangan. DiusiaKuu ini seharusnya Saya sudah beristri dan bahkan seharusnya sudah memiliki anak. Seperti teman-teman seumuranKuu dan sepermainanKuu saat ini mereka semua sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan ada yang sudah memiliki dua orang anak. 
Melihat mereka bukan Saya tidak ingin merasakan apa yang mereka rasakan. Bahkan terkadang Saya juga sedih melihat mereka berjalan sudah ada gandengan dan gendongan. Terkadang bahkan Saya memilih untuk menghindari mereka ketika Kita kebetulan berada ditempat yang sama. Sampai Saya merasa ada yang salah dengan Saya sebenarnya.
Jika ditanya Saya saat ini, Saat ini memiliki orang yang dekat dengan Saya, jawabannya "ada". Lalu kenapa tidak berani melangkah ke hal yang lebih serius atau mengikatnya dalam sebuah hubungan yang disahkan Hukum dan Agama ??
"Bukan tidak berani, Bukan. Hanya saja Saya merasa ada yang salah dengan konsep Saya. Dan Saya masih harus sangat belajar".

Sampai kapan Kamu akan merasa KonsepMuu salah kalau Kamu hanya merasakan dan tidak mencoba menjalaninya ?? Coba Kamu jalankan konsepMuu ??
"Ini Saya sedang menjalankannya, makanya Saya tidak berani mengikat dulu karena sedang mencobanya"

Dalam konsep Saya ini, Saya merasa menyiksa pasangan Saya. Saya merasa kadang terlalu banyak menuntutnya, terlalu banyak hal yang membuat Kita sering beradu argument atau pendapat. Tidak jarang Saya merasa kasihan kepadanya, atas perlakuan. Tapi, Saya juga tidak dapat mengontrol itu. Kasihannya baru muncul setelah Saya marah atau membentak. Karena hal inilah yang sering membuat Saya memilih mundur. Keputusan mundurpun kadang membuat Saya menyesal lagi, "aduh, kasihan Dia sudah kena marah. Saya lagi menambah dengan meninggalkannya. Lalu Saya harus seperti apa ?? Dan bagaimana ??".


Kalau Saya boleh tanya Konsep Mencintai dan Dicintai menurutMuu seperti apa ??
_____________ (kalian pembacaKuu isi dikolom Komentar Blog ini yah,, siapa tau Konsep kalian bisa Saya Kisahkan dan Tuliskan di BlogKuu)

Ini adalah beberapa konsep dan kisah bagaimana Saya bisa mencintai dan dicintai dalam beberapa kali membangun sebuah hubungan. 

Mencintai... 
Saya pernah mecintai seseorang dengan sekali saja bertemu, Saya saat itu meyakini itu Cinta. 
Tapi, seiring berjalannya waktu Saya malah memintanya untuk berubah sesuai kebiasaan dan keinginanKuu. Yang pada akhirnya membuatnya memilih mundur. 
_
Saya juga pernah mencinta seseorang yang Kami bertemu hanya hitungan hari saja. Tapi, Saya yakin itu Cinta lagi karena dalam hitungan hari itu Kami bertemunya hampir setiap jam. Dan Saya masih tetap melihatnya baik apapun yang dilakukan. Pada akhirnya berakhir karena intensitas waktu Kita ketemu tidak seperti dulu lagi. 
_
Saya juga pernah mencintai seseorang karena Dia terus ada dalam kehidupanKuu. Dalam keadaan Saya susah, senang, sedih dan kecewa. Tapi, akhirnya Kandas lagi karena ternyata melakukan hal yang sama pada perempuan lain selain Saya. 
_
Saya juga pernah mencinta secara tiba-tiba padahal Kita tidak pernah bertemu lagi. Karena Saya dengar Dia telah sukses dan dulu ketika Kita sering bertemu dia sering membantuKuu dan Kita memang sering bersama. Tapi, dipatahkan dengan Kata keKaguman bukan Mencintai. 

Dicintai...
Dicintai itu membuat Saya seakan tidak menapak pada bumi.
_
Dicintai itu membuat Saya seakan hanya ada Saya dalam hidupnya. 
_
Dicintai membuat Saya harus yang paling baik dari yang lain. 
_
Dicintai membuat Saya Egois

Lalu saya harus memilih yang mana.
Ketika Saya mencintai, Saya merasa semua yang Saya lakukan harus sesuai keinginan dan harapan Dia. Meskipun itu tidak sesuai denganKuu. Karena Saya mencintainya jadi Saya harus mengikutinya. 
Katika Saya dicintai, Saya merasa Dia hanya untuk Saya tidak untuk oranglain disekitanya. Karena konsepnya kalau Kamu Mencintai Saya, berarti Kamu harus sesuai dengan keinginanKuu. 

Seperti itulah kira-kira Konsep tentang Cinta beberapa tahun ini. Jika Saya mencintai, Saya harus berubah sesuai keinginan orang yang Saya cintai. Begitu juga sebaliknya karena Dia dicintai Oleh Saya, maka Dia harus sesuai dengan keinginan Saya.

Akhirnya Saya sampai pada titik memilih untuk hidup sendiri dulu. Padahal Saya adalah tipekal orang yang tidak bisa hidupnya sendiri, yang apa-apa harus disemangatin, yang apa-apa harus diaturin, dan apa-apa harus minta pendapat dan perbandingan. Makanya itu mungkin yang membuat Saya juga sering jatuh cinta, walaupun Saya belum tau konsep cinta yang sebenarnya. Yang bisa jadi sekedar suka dan kagum Saya sudah menggambarnya sebagai cinta.

Sore ini saya sedang bermain handphone dan membuka salah satu sosial Media Saya. Saya melihat Video seseorang disalah satu feednya mengatakan Saya jatuh cinta padanya, pada pandangan pertama. Dalam hati Saya tertawa, 😂hahahaahahaha😂 (jahat yah Saya) 
Saya juga pernah merasakannya pasti nanti akan kandas. Karena itu hanya nafsumu saja.

Kerena seringnya Saya merasakan kecewa atas mimpi dan harapan yang Saya bangun dengan Cinta. Akhirnya Saya memilih untuk sendiri dulu. Ngobrol dan nongkrong sana sini, tanpa harus lapor ini dan itu. Tanpa diganggu telfon aturan waktu. Ini berjalan mungkin hampir hitungan setahun. 

Akhirnya Saya teringat sudah berapa lama yah, Saya tidak merasakan Mencintai dan Dicinta. Ternyata Saya bisa, hidup tanya Mencintai dan Dicintai.
Lalu jiwa menulisKuu kembali muncul dan Saya tulis konsep Mencintai dan DicintaiKuu dengan berapa Teman dalam Kisah hidupKuu dulu. (konsepnya saya tuliskan diatas tadi yah dengan tinta Bold). Itulah cara Saya mencintai dan dicintai dulu. Dulu juga saya lebih memilih untuk dicintai, kerena dengan begitu Saya merasa bahagia karena semua yang dilakukan adalah tentang Saya.
Namun pada titik ini, setelah Saya memutuskan untuk tidak menjalani hubungan Saya justru menemukan jawaban tentang Konsep mencintai dan dicintai yang sebenarnya. 
Mencintai bagiKuu saat ini, bagaimana saya mampu menerima segala Kekurangan yang Dia punya dan tetap bertahan meskipun bertahun-tahun lamanya.
Dicintai bagiKuu sebuah hal sulit, karena akan membuatKuu tidak merasa nyaman ketika Saya tidak sesuai dengan keinginan Dia.

Jadi, jika sekarang Saya disuruh untuk memilih Mencintai atau Dicintai. Saya lebih memilih untuk MENCINTAI.
Dengan mencintai Dia, Saya tidak akan menuntut banyak dari Dia. Tidak akan menuntut untuk Dia jadi seperti ini dan itu.
Dengan mencintai Dia, Saya pasti akan menerima segala kekurangannya. 
Dengan mencintai Dia, Saya juga akan belajar untuk melatih kekuatan dan keteguhan hati Saya. 
Dengan mencintai Dia, Saya memiliki keyakinan pada Allah
Dengan mencintai Dia, Saya akan tau bagaimana Dia memandang Cinta Saya.
Saya berharap dengan Saya mencintai Dia akan belajar untuk juga mencintai Saya, sesuai dengan Cinta yang Saya berikan. 
Saya berharap Dia belajar dari konsep bagaimana Saya mencintai. Saya tidak menuntut untuk dicintai karena Saya lebih memilih mencintai.
Mencintai itu bukan tentang bagaimana Kita menerima Dia sekarang. Tapi, Mencintai itu bagaimana Kita menerima Dia selamanya dan segala perubahannya.
Kamu akan melihat Dia setiap hari, bangunnya, tidurnya, badannya, emosi, amarah dan segala bentuk perubahannya bahkan ketika Dia nanti Sakit selama bertahun-tahun Kamu harus tetap memilih mencintai.

Kalau Kita sudah tidak Cinta lagi gimana ??
Dalam sebuah hubungan Cinta yang sudah awalnya Kamu pilih, Kamu tidak boleh ada pilihan untuk menghentikan Cinta. 
Bukan Saya yang menghentikan Cinta, tapi Dia yang telah membuat Saya kecewa sehingga rasa cinta Saya hilang, Bagaimana ??
Ini berarti Kamu tidak Mencintainya dari awal, tapi Kamu hanya merasa cocok dengannya. Sehingga menerimanya, bukan Mencintainya. Karena ketika Kamu merasa dikecewakan dan Dia tidak sesuai lagi dengan Kamu, akhirnya memilih mundur. Kenapa tidak mencoba menerima perbedaan dengan konsep apapun itu Saya masih Mencintainya. 

Mencintai apa yang sudah Kamu pilih dalam hidupmu itu. Harus sama dengan bagaimana Kamu memilih Mencintai Allah dan Orangtuamu. Karena kalau seperti ini tidak mungkin ketika Kamu dikecewakan Allah dan orangtuamu, Kamu langsung meninggalkan mereka begitu saja. Kalau Kamu belum bisa mengkonsepkan Cinta seperti Kamu mencintai Allah dan Orangtuamu berarti itu Kamu belum mencintai. 

Cinta itu tidak bisa memilih, tapi mencintai itu adalah pilihan !!!
Dan ketika Kamu sudah memilih untuk mencintai, tidak ada lagi kata berhenti mencintai. Tapi, yang ada adalah Kamu harus tetap dan selamanya mencintai.
Karena setelah memilihnya mencintai itu sudah bukan pilihan, mencintai itu sebuah keharusan.

Dan Saya sekarang memilih untuk Mencintai.

Kepada yang berani memilih dan mengikat Saya secara hukum dan agama nantinya. Bukan untuk Dia yang sekarang memilih dan hanya memberi janji terhadap Saya.

Allah saja tak pernah Saya lihat, tapi Saya tetap memilih untuk Mencintainya. Dikecewakan, keinginan tidak dipenuhi sama Allah saja Saya masih tetap memilih untuk Mencintainya. Begitu juga nanti ketika Engkau berani memilih dan mendatangi orangtuaku. 

Sekali lagi.. 
Karena Mencintai itu bukan Pilihan. Tapi, sebuah keharusan.

Dengan Mencintai, Saya belajar banyakkkkkkk
Jangan Sakit, Kamu Mencintai-Nya
Jangan Kecewa, Kamu Mencintai-Nya
Jangan Sedih, Kamu Mencintai-Nya
Terima semuanya, karena Kamu Mencintai-Nya





Note:
_Jangan menggunakan konsep ini dalam hidup Kamu, kalau Kalian hanya berPacaran atau hanya sekedar dekat. Konsep ini untuk Kalian yang sudah dipilih dan memilih lalu mengikatnya dalam hukum negara dan agama
_Kalian bodoh memakai konsep ini, kalau hanya sekedar pacaran. Apalagi hanya mengagumi atau suka saja. Karena Saya pernah menerapkan ini dan Saya mengatakan Diri Saya Bodoh waktu itu. Jangan sampai kalian juga sama. 
_Bagi Saya, sebelum Dia berani mendatangi orangtua Saya. Saya tidak akan menghadirkan kata Mencintai untuknya. Tapi tenang,  Saya akan melakukan semua yang terbaik untuk apa yang sedang Kita perjuangkan kedepan, tapi tidak untuk mencintainya. 

Sabtu, 13 Februari 2021

Senyumin Saya

Bismillah
Assalamualaikum 
Nama Saya Afsheen..

Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saya tinggal disalah satu Kabupaten yang cukup besar di sebuah Provinsi. Jangan mencari Saya, karena Saya hanya tokoh fiktif yang dibangun penulis untuk menempatkan karakter penulis yang memilki sikap seperti dalam cerita ini. 

Sheen begitu orang-orang disekitar memanggil nama Saya. Kecuali kedua adik Saya dan orang tua Saya, mereka memanggil Saya dengan panggilan Kakak. Kakak dimana ?? Kakak Makan yuk !! Kakak lagi bikin apa ?? 
Saya adalah orang dengan karakter atau sifat yang tidak mampu bercerita secara detail. Saya bercerita jika hanya ada pertanyaan atau dimintai pendapat. Ditanyapun terkadang Saya hanya menjawab seadanya dan tidak suka jika pertanyaan itu diulang-ulang terus untuk ditanyakan. Kalau dimintai pendapat itu hobbynya Saya, Saya akan berbicara semua sesuai apa yang ada dipikiran Saya. Masalah Kalian mau mengikuti pendapat Saya atau tidak itu urusan Kalian yang penting Saya sudah menyampaikannya. 

Orang-orang sering mengatakan kalau Saya Si pelit kata atau Mrs Titik. Kenapa begitu, karena katanya terkadang orang masih ingin mendengarkan jawaban dari Saya atau menganggap itu masih nada kata yang akan diakhiri dengan tanda baca koma. Saya malah langsung memberikan tanda baca titik. 😅😅😅

Bagi Saya kamar adalah tempat ternyaman Saya. Karena apapun yang Saya lakukan tidak akan ada yang memberikan pertanyaan atas tindakan atau apa yang Saya lakukan. Saya bisa saja seharian di kamar kalau memang tidak ada urusan atau kerjaan di luar rumah. Nenek saja terkadang sering memanggap Saya lagi tidak ada dirumah walaupun itu hari libur. Nenek selalu bilang "eh,, ada dirumah Saya kira pergi".
Saking malasnya Saya keluar untuk mengobrol dan bercengkrama. Kamar bahkan pernah Saya anggap sebagai kerajaan Saya, setiap masuk kamar Saya selalu bilang "welcome to my kingdom" 😂😂😂.

Saya sebenarnya bukan orang tidak tau ngobrol atau pendiam atau kaku. Saya adalah orang yang ramai dan cerewet. Karakter Saya yang tadi itu muncul kalau dalam beberapa hari Saya lagi pusing, ribet, sedih atau marah. Coba saja kalian tanyakan pada keluarga-keluarga Saya tentang karakter Saya, Mereka pasti akan berkata saya orangnya ramai dan ceplas-ceplos. Setiap ada acara keluarga pasti Saya sering dicari-cari kalau tidak adak, karena begini-begini kadang Saya juga bisa mengundang tawa Mereka. Tapi, susahnya Saya kalau lagi dalam sebuah masalah Saya akan sangat jelas terlihat dalam tingkah laku Saya. Untuk keluaraga inti Saya pasti Mereka sudah tau kalau Saya pulang dalam keadaan tanpa ekspresi berarti Saya akan tidak terlihat untuk beberapa hari atau hanya terlihat tapi tidak ada suara. Mereka akan bilang "wah,, televisinya rusak lagi nih. Ada gambarnya, tapi suaranya nggak keluar"

Seperti itulah Saya, Saya tidak tau bagaimana menceritakan keadaan Saya terhadap orang lain disekitar Saya. Dipancing untuk memulai berbicarapun, Saya akan menjawab seadanya, tidak menjelaskan secara detail. Bahkan terkadang jika ditanya Saya hanya menjawab "tidak apa-apa, cuman kecapean saja kayaknya".
Saya berharap dengan jawaban itu tidak ada pertanyaan lagi selanjutnya, karena Saya tidak suka membagi cerita sedih, marah atau kecewanya Saya pada orang lain. Jangankan cerita sedih, marah dan kecewa. Bahagia saja terkadang Saya juga tidak mampu untuk menceritakannya. Mungkin karena itulah kenapa Saya sangat suka menulis. Dengan menulis rasanya Saya bisa menyampaikan segala sesuatunya jauh lebih jelas, jauh lebih detail dan jauh lebih lega. Kalau Saya bercerita tentang hal sedih, marah atau kecewa rasanya rasa itu dua kali lipat lebih membara. Bukanya malah lebih tenang malah makin membuat Saya kalut. Begitu juga dengan bercerita tantang bahagia, kalau Saya bercerita hal itu seperti membuat Saya sedang diatas puncak dan tidak akan ada mampu menyaingi Saya dalam artian sikap sombong dan sesumbar Saya semakin Kuat.
Itulah alasannya Saya lebih memilih untuk banyak menulis. Marah, sedih, kecewa dan bahagia banyak Saya tuliskan daripada Saya sampaikan kepada oranglain. Bagi Saya dengan menulis, Saya tidak perlu mengajak orang lain untuk merasakan apa yang Saya rasakan apalagi itu tentang kesedihan, amarah atau kekecewaan. Biar Saya saja yang merasakan semua itu tidak perlu orang lain. Bagi Saya, ketika Saya menceritakan apa yang membuat Saya sedih, marah dan kecewa berarti Saya mengajak orang lain untuk ikut marah dan kecewa pada orang yang membuat Saya seperti itu. Itu sangat tidak baik menurut Saya, itu berarti Saya menghasut orang lain untuk membenci orang itu. "Jangan sampai Ya Allah, Diamkan Saya terus seperti ini jika Saya sedih, marah dan kecewa. Saya tidak mau menjadi penyebar sikap buruk oranglain". 

Saya sangan mensyukuri sikap diam dan tidak banyak bicara ini. Karena akan membuat Saya semakin tenang dan tidak perlu harus berekspresi berlebihan. 

Bahkan dengan orang yang membuat Saya sedih, marah dan kecewapun kadang Saya hanya mengangguk dan mengiyakan. Membela diri Sayapun kadang Saya tidak mampu. Kalau kemampuan membela diri ini sebenarnya sering membuat Saya kecewa pada diri Saya sendiri. Karena terkadang Saya merasa membenarkan apa yang salah ketika tidak mampu membela diri. Bahkan terkadang Saya yang meminta maaf agar semuanya tidak berlanjut. Kalian pernah baca kisah (KARENA JANJI) bagaimana pasrahnya Saya untuk semua hal dalam hidup Saya. Yah, seperti itulah Saya bagaimana ketidakmampuan Saya dalam bercerita atau membela Diri dan itu terjadi sampai hari ini. Difikiran Saya, ketika Saya ngotot untuk membela diri. Saya justru akan menimbulkan kemarahan Saya yang seharusnya tidak perlu. Saya tidak mau membela diri dalam keadaan sedih, marah atau kecewa. Saya lebih memilih mundur menenangkan diri, pembelaan dalam keadaan sedih, marah dan kecewa itu bukan pembelaan bagi. Itu berarti Saya membenarkan diri Saya dan menantang orang tersebut.  

Bagi Saya, Saya tidak ingin melibatkan orang dalam kesedihan, kemarahan dan kekecewaan. Dengan bercerita kepada Mereka pasti Meraka juga akan merasakan apa yang Saya rasakan. Cukup Saya yang kecewa, cukup Saya yang marah dan cukup Saya juga yang sedih. Untuk tidak membuat orang disekitar Saya kecewa dengan sikap Saya yang kadang Saya tau pasti Mereka tau apa yang sedang Saya rasakan. Meraka bukanlah orang-orang baru dalam hidup Saya, Saya tau Mereka ketika melihat Saya diam berhari-hari pasti Saya ada sesuatu. Beberapa tahun terakhirpun Mereka sudah jarang bertanya kepada Saya kalau Saya pulang dalam keadaan lesuh, atau Saya tidak keluar kamar. Saya juga akhirnya menyadari, kalau Saya seperti ini terus pasti akan membuat Mereka khawatir. Untuk itu Saya mencoba cara baru dalam diri Saya, yaitu Senyum. Kenapa Saya memilih untuk Senyum karena ini terkadang Saya pakai ketika dalam keadaan Saya kecewa dan sedih sementara banyak orang sekitar yang memperhatikan. Dan Saya malu untuk menunjukan kekecewaan dan air mata Saya. Saya akan memilih untuk berdiri dan meninggalkan tempat tersebut sambil tersenyum padahal wajah Saya telah menyangga airmata Saya agar tidak terjatuh. 

Setiap pulang ke rumah apapun keadaan Saya, apapun kondisi pekerjaan Saya. Saya akan masuk pagar rumah dengan kata "assalamualaikum, sambil tersenyum"
Buka pintu rumah "assalamualaikum, sambil tersenyum"
Buka pintu kamar "assalamualaikum, dengan kondisi airmata sudah dipipih"
😂😂😂😂😂 itulah Saya hingga hari ini. 

Dengan senyum tidak akan ada pertanyaan, Kenapa ??
Bagaimana hari ini ??
Kemana saja hari ini ??
Capek nak' ??
Begitu masuk rumah dengan Senyum, Mama Saya akan langsung membalasnya dengan senyum yang jauh lebih indah. Terkadang senyumnyalah yang membuat Saya makin tidak tega untuk masuk rumah dalam keadaan lesuh. Bertahun-tahun Saya perhatikan, begitu Saya masuk rumah dalam ekspresi lelah, kecewa atau sedih. Mama juga masih Senyum tapi Saya tau dibalik senyumnya ada berpuluh-puluh pertanyaan yang ingin ditanyakan. Tapi, Mama tahan untuk tidak membuat Saya merasa ditekan. Mungkin pilihan Senyum ini juga Saya dapatkan darinya. 
Mama cepat sekali belajarnya tentang karakter Saya yang tidak suka ditanyai secara terus menerus. Sehingga memilih Senyum setiap kali melihat Saya pulang, terkadang Dia juga bercanda tentang suatu hal tapi tidak lagi bertanya seperi dulu. Paling suka kalau Dia bilang "senyum saja, ketawa saja"

Betul adanya, sempai hari ini apapun kondisi Saya. Saya lebih nyaman untuk tersenyum.
Mendatakan pertanyaan yang susah dijawab dan dijelaskan tinggal ngomong "tidak apa-apa, lalu senyum"
Mendapatkan tugas atau tanggung jawab besar "iya siap, lalu senyum"
Sedih, Kecewa, Marah "berdiri tinggalkan tempat, sambil Senyum"
Begitu ditanya kenapa ?? Ada apa ?? "tidak apa-apa, lalu senyum"

Bagi Saya sekarang, Senyum itu selalu lebih mudah, daripada menjelaskan ada apa dan kenapa Saya sekarang ini. Dengan senyum ini Saya bisa tidak harus membawa Mereka atau orang-orang yang Saya sayang merasakan apa yang Saya rasakan. Cukup Saya yang menanggung sedih, marah dan kecewa. Mereka harus terus merasakan kebahagian. Begitu banyak perhatian, kasih sayang dan cinta yang mereka berikan. Masa Saya harus membagi kesedihan, amarah dan kekecewaan kepada Mereka. 

Biarkan kesedihan, amarah dan kekecewaan Saya. Saya bagikan dalam buku berteteskan air mata. Kenapa air mata karena Saya tipe orang yang kalau marah tidak tau berkata atau menyampaikan amarah Saya, lebih sering matanya yang mengeluarkan Kata daripada mulut Saya. Begitu juga dengan kecewa, Saya tidak akan mengeluarkan Kata, karena Saya tidak mampu. Air Mata adalah ungkapan amaran dan kekecewaan Saya. 
Ini juga salah Satu sebabnya Saya tidak mau bercerita kepada orang lain kalau Saya sedih, marah dan kecewa. Karena Saya tau Saya tidak akan bercerita tapi hanya akan mengeluarkan air mata. Belum ada beberapa kata yang keluar, air mata sudah ribuan tetes. 😅😅😅

Jadi, tolong kalau kalian sedang melihat Saya dalam kondisi sedih, marah atau kecewa jangan ditanya-tanya atau bahkan didekati.
Disenyumin saja.

Jumat, 12 Februari 2021

Memandang Orang Lain

Assalamualaikum...
Perkenalkan namaKuu Natusyah
Siang ini kebetulan ada acara kecil-kecilan dirumah Kami. Ini adalah bentuk rasa syukur Kami sekeluarga karena ada beberapa pencapaian yang telah Kami raih. Sudah sekitar semingguan lebih rumah Kami dipenuhin sanak keluarga dekat yang datang membantu untuk membuat hidangan acara Kami hari ini. Saya bersyukur karena keluarga dari Ayah dan IbuKuu kebetulan masih memiliki sikap gotong-royong dan saling bahu-membahu jika ada salah satu keluarga Kami yang butuh bantuan. Bersyukurnya Saya ada dalam keluarga ini. Terimakasih Allah

Singkat cerita, hari ini tibalah beberapa tamu undangan datang. Kami langsung mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang telah Kami sediakan secara Prasmanan. "Silahkan Om, Tante ambil makanannya".
Hari ini benar-benarkan melelahkan bagi Kami, terutama untukKuu mungkin dari pukul 09.00 sampai sore. Saya terus melayani tamu yang datang di meja prasmana, Saya hari ini cuma sekali makan. Saking tidak sempatnya Saya hanya makan pas siang Saja. Eh,, lupa Saya juga sempat makan malam harinya lalu membersihkan dan tidur. 

Keesokan harinya Saya bangun dalam kondisi badan yang super sakit. Seperti habis dipukulin, apalagi betis kaki seperti mengeras. Mungkin ini efek kemarin seharian berdiri dan berjalan menyetok persedian makanan di meja prasmana. "kalau begini Saya tidak bisa kemana-mana dong hari ini, istirahat aja dulu deh besok jalan-jalannya", gumam saya dalam hati. 
Hari ini rumah sudah dalam keadaan sunyi. Tidak ada lagi sanak saudara dan keluarga yang mundar mandir, kayak setriakan. Terimakasih untuk waktu kalian beberapa hari ini. 

Yehh.. Akhirnya hari ini bisa jalan-jalan setelah hampir 2 mingguan dirumah. Ngurusin segalam macam persiapan acara, udah kayak IO acara sibuknya minta ampun. Hari ini Saya jalan-jalan kebetulan diajak teman Saya, karena Saya memang bukan tipe orang yang hobby nongkrong tidak jelas hanya untuk nikmatin makan, minum lalu pulang tanpa ada tujuan atau pencapaian. Saya lebih memilih untuk berbaring dikamar nonton, mendengar kisah atau cerita. Tidak membaca cerita yah, karena Saya memang tidak suka membaca. Saya lebih suka mendengar dan melihat dalam mencari inspirasi menulis. Makanya kalau ada orang yang bercerita Saya senang sekali mendengarkan dan menyimak ceritanya. Karena kadang Saya bisa menjadikan kisah orang yang Saya dengar dalam karya tulisan Saya. 

Seperti kisah ini sekarang Saya tulis sebenarnya akibat nguping pembicaraan sekumpulan keluarga yang tengah nongkrong juga tadi disalah satu meja di samping tempat Saya dan teman Saya tadi ngumpul. Kenapa Saya tertarik untuk menulis kisahnya karena menurut Saya Mereka itu lucu dan sekaligus mengherankan serta membuat Saya dan teman Saya jengkel. 
Kami merasa jengkel dan marah karena tempat itu adalah tempat umum bukan milik pribadi mereka, bukan halaman atau taman belang rumah Mereka. Tapi, suara meraka seperti Mereka pemilik pribadi Kafe. Sementara Saya dan teman-teman serta pengunjung Kafe yang lain hanyalah patung tanpa telinga. Yang buat Saya dan teman-teman makin aneh karena Meraka menceritakan masalah hubungan keluarga mereka dengan keluarga mereka sendiri yang lain.

Aneh menurut Saya karena Ibunya menceritaikan keburukan sanak saudaranya kepada anak-anaknya. Sementara anak-anaknya tidak memberi tahu atau menjelaskan pada Ibunya, tapi malah Mereka juga ikut menambah dan membenarkan apa yang Ibunya katakan.

Dikepala Saya langsung berputar, bagaimana kondisi keluarga Saya kemarin kalau sanak keluarga Saya seperti itu. Baru kemarin Saya melihat bagaimana keluarga itu sebenarnya dan sesungguhnya. Hari ini dibantahkan dengan ada keluarga yang seperti ini. Rasa terimakasih Saya sama Allah makin memuncak "Terimakasih untuk menitipkan Saya pada keluarga yang saling memahami dan saling tolong menolong, jika ada satu diantara Kami yang khilaf mohon untuk diluruskan lagi jalannya. Dan bantuk keluarga Kami yang lain memahami kondisinya agar tidak terjadi perselisihan yang berkepanjangan,  Aamiin".

Ibun: Tante X kenapa itu kalau lihat Mama kaya ada sesuatu deh. (sambil mengernyitkan kening) 
Anak-anak Kompor: Iya, kalau lihat Saya juga begitu. Kayaknya Dia hanya pura-pura baik, karenakan banyak keluarga yang lain datang. 
Ibun: Tidak, suka sama Kita itu. Kalau tidak suka harusnya tidak usah datang kerumah cari muka saja. 
Anak-anak Kompor: Matanya kayak sisi TV ngawasin Kita terus. Mam, pas pulang bawa tentengan dongk. Kayaknya ambil makanan terus dikantongin kresek.

Mereka lalu tertawa bersamaan, tawa Mereka memenuhi seluruh ruangan Kafe. Sampai semua pengunjung menengok kearah mereka. Mereka lalu menengok kearah pengunjung lain yang melihat Mereka, dengan senyum tipis lalu kembali bercerita. 

Anak-anak Kompor: Saya juga dengar, pas mau ngambil piring Mereka cerita tentang Mama. Yang katanya nggak pernah turun manggil tamu. Pokoknya Mereka banyak nyeritain Mama sama yang lain. 
Ibun: Sirik saja itu Mereka
Anak-anak Kompor: Pasti nanti sebentar kalau Kita pulang dan masuk pagar rumah nih, Mereka cerita tentang Kita lagi. Tadi saja waktu Kita semua keluar Mereka sudah ngintip dan ngelihat-lihatin Kita. 
Ibun: Iri bilang Bos. 
Lagi dan lagi disambut dengan tawa menggelegar mereka semua.

Saya yang harusnya ngumpul dan happy-happy bersama teman-teman. Malah menguping pembicaraan Mereka karena Mereka tepat duduk di belakang kursi Saya. Teman Saya sudah menyarankan untuk pindah meja atau sekalian pindah Kafe. Tapi, bagaimana makanan belum juga datang kita baru saja menyelesaikan orderan pesanan ketika Mereka sekeluarga datang. Saya sambil bercanda, nikmatin Saja hitung-hitung Kita dapat dongeng atau bahan tertawaan atau pembahasan di perjalanan pulang atau di grup nanti malam. Kata-kata Saya disambut tawa cekikikan teman Saya, kerena tidak mau dianggap sama dengan Mereka yang tidak bisa melihat kondisi sekitar untuk bicara dan tertawa.

Sementara Saya yang sudah dari tadi mengamati pembicaraan Mereka dengan hati yang geram sebenarnya. Ini keluarga tapi kenapa begini, ingin rasanya Saya mengatakan apa yang Saya rasakan kemarin. "Kalau bukan karena keluarga yang bantu entah bagaimana acara kemarin, atau entah bagaimana kondisi tubuh kelelah Saya". Sama seperti Mereka juga pasti, tidak mungkin acara Mereka berjalan kalau tidak ada keluarga Mereka yang saling bantu.

Kalau keluarga Kalian cemburu terhadap Kalian tidak mungkin Mereka mau datang capek-capek membantu tanpa dibayar seperserpun. Lebih baik Mereka dirumah Mereka nonton atau tidur menikmati hidupnya. Tapi, itulah namanya keluarga sebagaimanapun kondisinya Dia tetapkan akan datang membantu. Sebagaimanapun Kalian memandang rendah dan lemah Mereka akan tetap datang untuk Kalian. Mereka pasti merasakan apa yang Kalian lakukan kepada Mereka, tapi Mereka menutup mata dan telinganya hanya untuk membantu Kalian karena itulah keluarga. Lain kalau Kalian memang sudah mengangap Mereka cemburu terhadap Kalian, Kalian pasti menganggap Mereka mencari muka dengan datang kerumah Kalian. Padahal belum tentu, Mereka datang bukan untuk mencari Muka. Tapi Mereka datang untuk menutup mulut dan hati kalian agar tidak memandangnya sebelah mata lagi. Mereka juga datang untuk tidak membuat Kalian Malu, membuat acara keluarga tapi tidak ada keluarga inti yang datang. Yang mana yang akan lebih malu. 

"Ketika Kita menganggap oranglain cemburu atas kehidupan Kita, sebenarnya Kitalah yang tengah cemburu atas kehidupan orang tersebut".

Kalau Kita mengatakan Dia itu cemburu, karena Kita punya ini dan itu, ebenarnya Kamulah yang tengah cemburu dengan apa yang orang lain miliki.
Hidup Kita kayaknya diawasi terus sama Dia, sebenarnya Kamulah yang telah mengawasi hidup orang tersebut.
Dia beli itu pasti karena lihat punya Kita, sebenarnya Kamu hanya tidak ingin ada saingan dalam hidupmu.
Dia pasti lagi Marah, Bukan Dia yang Marah Kamu. 
Capek pasti kalau mau ngikutin gaya hidup Kita terus, bukan Dia yang capek Kamu yang akan kehabisan memenuhi keinginan bukan kebutuhan
Kalau Kita merasa hidup Kita lagi diatas, sebenarnya ada Orang yang jauh diatas Kita lagi. 
Bagaimana Kamu memandang hidup orang lain, begitulah sebenarnya hidupmuu !!

Kamis, 11 Februari 2021

Karena JANJI

Ketehuilah Kawan !!!
Saya bukanlah orang yang pandai akan "CINTA"
Saya juga pernah merasakan apa yang kalian rasakan.

Kata "sulit melupakan bukan berarti mudah untuk menerima kembali". Adalah kata yang selalu Saya ucapkan saat jatuh dan terpuruk 2 tahun lalu. Aku sama seperti kalian, layaknya wanita biasa yang lemah dihadapan orang yang dicintai. Aku juga pernah kecewa, pernah sedih bahkan menangis karena "Cinta".
Dia yang Saya anggap istimewah
Dia yang Saya anggap sempurna
Dia yang membuat Saya untuk tidak memakai topeng kepalsuan lagi diwajah
Dia yang selalu memberi teka-teki disetiap harinya dengan kata-kata dan sikap dinginnya
Dia yang berjanji untuk selalu ada untuk Saya
Dia yang mengajari Saya untuk kuat dan tak jadi penakut 
Dia yang mengajari Saya untuk selalu menikmati hidup
Dia yang mampu mengubah sedihku menjadi bahagia
Dia yang berjanji untuk kembali 5tahun lagi dan juga membuat Saya berjanji menunggu dalam kesendirian.
Dia, Dia dan Diaaa....
Dia Saya anggap istimewah, namun harus Saya antarkan pada wanita lain. Dengan kalimat "cari miki pacar disitu"
Kalimat itu sering sekali menjadi perdebatan buat Kami berbulan-bulan. Mungkin segala macam cara telah dilakukan telah Dia lakukan agar Saya tidak mengucapkan Kata itu lagi dan lagi. Dia pernah Marah bahkan sampai Menangis karena Saya mengulang Kalimat itu terus untuknya. Dia juga pernah setiap kali Saya mengucap Kata "Cari" Dia sudah mematikan telfon, dan menelfon kembali dan bertanya sudah selesai kalimatnya. Sampai akhirnya Dia berada menemukan trik lain yaitu berpura-pura tidak mendengar jika Kalimat itu Saya ucapkan.

Sampai pada akhirnya mengembalikan Kalimat itu ke Saya. Mata Saya langsung berembun seakan ada yang akan menetes dan suara Saya seakan menghilang.
Kenapa suruh cari orang disini ???
Kenapa tidak Kita saja yang cari disana ???
Tugas Saya sebagai laki-laki bertahan, kalau Kita mau pergi jangan jadikan Saya alasan. Atau meminta Saya mencari Pelampiasan.
Halo, Halo... Kenapa ??? Kenapa kii Diam ???
Tidak  enakkan rasanya disuruh seperti itu. Tau kii berbulan-bulan Saya tahan ini pertanyaanKu ke Kita. Karena tidak mauka suruh ki bikin hal Bodoh seperti ini, tidak mauka bikin kii nangis,  cukup Saya. Sekarang pasti nangis kii toh Kuu tanya begitu. Hari ini Ku paksa sekali mii ini dirikuu tanya kii begini. Karena Kuu tau tidak tau kii mau bilang apa.

Saya yang saat ini hanya terdiam dan mengalami kebanjiran Airmata. Hanya menjawab Lirih dan suara serak, MARI BERTAHAN LAGI DENGAN JARAK. MARI MENGALAHKAN JARAK BERSAMA-SAMA.
Kami Bertahan !!!

__Berbulan-bulan__
Sampailah Saya pada titik dimana Sosia Media salah seorang terdekatnya membagi kisahnya yang sering menjadi bahan bercandaan teman-temanya karena kalau Mereka sama hanya Dia yang sendirian. Kalimatnya "Bukan tawwa Dia tidak laku, bukan juga Dia sendirian. Cuman dipisahkan jarak, LDRan nyiksa pastikan. Diiringi tawa teman-temannya dan dibalas dengan Senyum lirihnya".
Saya tau saat itu pasti Dia sedang terluka, hatinya pasti sedang bertanya-tanya benar tidak sih LDRan menyiksa ? Enak yah mereka jalan sama pasangan masing-masing. Kerena itupula yang Saya rasakan setiap kali teman-teman Saya bersama pasangannya.
Dikepala Saya mulai lagi muncul keinginan untuk memintanya mencari pacar disana. Tapi, takut untuk Saya sampaikan. Entah bagaimana inti awalnya, Saya lalu menemukan Ide untuk menceritakan kalau saat ini Saya sedang punya Kakak laki-laki yang bisa ditemanin ngobrol dan berbagi kisah Kita berdua. Dia hanya merespon dengan meminta nomernya, "kan itu Kakak.ta berarti juga bisa jadi KakakKukan, nomernya kirim yah", "iyye nanti Saya kirimkan kii".
Entah apa yang mereka komunikasikan melalui telfon mereka, saya juga tidak tau. 

Sampai pada masa Saya merasa sudah waktunya buat Dia untuk cari Adik (Adik Saya jadikan alasan agar Dia merasa tidak Saya suruh mencari pacar). 
"Kak', ini sudah penerimaan mahasiswi barukan ? Cari kali satu Adik buat Kita temani ngobrol.
Untuk apa ?? Jangan kii macam-macam deh
Ih, sembarang lagi itu na fikir, suruh cari Adik buat ngobrol bukan cari P A C A R !! (Saya menebalkan huruf untuk tidak membuatnya curiga) kan Saya sudah punya teman cerita tentang Kita, Kita juga cari mii Ade' yang biasa diteman cerita tentang Saya. Kan impas nanti juga Ade kasih nomernya ke Saya, biar Saya juga ngobrol.
Iyye nanti nah, tapi tidak harus Ade nah. Seumuran boleh atau bahkan yang lebih tua dari saya juga toh. 
"ih,, jangan yang tua nanti tidak bisa ngobrol dengan Kita".
Emmmmm.. 

Saat itu Saya rasanya seperti sedang mengantarkan hidup Saya pada tujuan yang tidak tau dimana ujungnya. Kekuatan Saya mengelurkan kalimat-kalimat itu diiringi deraian Air Mata yang tak tau dapat berhenti atau tidak. Hati Saya seakan sedang tidak kompak, satu sedang menanggung sakit yang satu sedang mengalami kelegahan. Jantung Saya seperti sedang berlari jauh meninggalkan Saya dan mengejar Kekuatan. Seperti yang sering Dia katakan Saya harus Kuat akan segala hal, saat itu ajarannya Saya buktikan. Ingin sekali rasanya saya berteriak.
"Saya sedang lemah"
"Saya sedang mengeluarkan butiran Air dari Mataku"
"Tolong, Saya sedang melawan Diri Saya sendiri Sekarang".

__Bertahun__
Akhirnya untuk pertama kalinya dengan semangatnya Dia menceritakan seorang wanita kepada Saya, menceritakan kekagumannya. Yah,  pada Adik Kami berdua. Tumben-tumben Dia menelfon Saya, tidak menanyakan Kabar Saya. Kami termasuk orang yang jarang sekali telfonan, Kami lebih nyaman untuk mengobrol dalam dalam Dunia tulisan. Karena Dia tau Saya lebih hobi menulis daripada bercerita. Seperti kisah Kita sekarang ini, sedang Saya tulis dan tidak pernah Saya ceritakan. Sebenarnya Saya sedang happy karena akhirnya Dia memiliki antusias terhadap sesuatu selain hobi olahraganya. Tapi, disisi lain berarti Saya haru mengatur langkah selanjutnya untuk mundur secara perlahan. Menjadi pendengar untuk kisah Mereka. Saya tau saat ini Dia sedang mengagumi Adik Kami, yang memang sengaja Saya minta. 
Bukankah itu yang Saya inginkan ???
Bukankah itu tujuan awal Saya ???
Lalu kenapa sekarang Saya rasanya memunculkan rasa penyesalan. Penyesalan Saya bahkan memuncak setelah Saya ketahui bahwa mereka habis melakukan perjalan liburan bersama teman-temannya, tanpa sepengetahuan Saya dan seisin Saya. Saya merasa tidak berhak mempertanyakan hal ini kepada Mereka. Akhirnya Saya menyimpannya sendiri, telah banyak Saya mendengar cerita kedekatan Mereka. Dimulut Saya ucapkan "Alhamdulillah", tapi dihati Saya tidak begitu. Waktu berjalan begitu cepat sampai pada akhirnya pilihan Saya untuk mundur perlahan sudah semakin jauh. 
"Saya serasa hidup diatas ketidakpastian"
"Saya serasa berjalan tanpa tujuan"
"Saya terus menyalahkan keputusanku untuk mendekatkannya pada oranglain"
"Saya kalut, Saya pusing dan Saya bimbang"
Apalagi, Dia sekarang serasa tidak menyadari kemunduranku dan penarikan diriku darinya. Kepekaannya terhadapku seakan menghilang, ditutup kekagumannya pada Adik Kami. 

Bersamaan dengan itu keegoisan Saya mulai muncul. Saya ingin kembali hidup setelah 2bulan terakhir ini mengalami kematian, Saya memintanya untuk tidak lagi membagi kefokusannya. Saya ingin waktunya seratus persen buat Saya sekarang.
Lalu bagaimana Kisah dengan Adik Kami ??
Saya menutup Mata dan Telinga tentang Dia, komunikasi Kami juga tidak berjalan seperti biasa karena memang Saya yang memutuskan mengurangi komunikasi setalah Mereka menutup perjalanan bersama Mereka beberapa bulan yang lalu.

Saya berfikir setelah Dia kembali kepadaku, Saya akan bahagia. Tapi ternyata tidak, Saya merasa dibahagiakan dengan kepalsuan yang dibuat. Saya merasa sangat bahagia, tapi Dia seakan membahagiakan Saya hanya dengan kepalsuan. Saya merasa zona Dia tidak sepenuhnya Saya lagi. Seakan Dia seperti ada yang menahan dan mengganggu fikirannya. 
"Salahkah jika Saya mempertahankan kebahagian ini ??"
Sampai akhirnya keegoisanku menyebabkan 3 hati terluka. Hatiku, Hatinya, dan Hati Dia !!
Skenario yang Saya buat, untuk Saya atur semauku akhirnya buyar dan tak berjalan dalam kendaliku.
Saya lupa ada Allah, Yang Maha Mengatahui dan Maha Mengatur Segalanya.
Saya lupa meminta sama Allah untuk menyetujui skenario yang Saya buat. 
Saya lupa, Saya tidak memiliki kemapuan untuk mengatur Hati orang. 
Saya Lupa....!!!
Saya sedang bermain-main dengan Perasaan dan Hati orang.
Ingin rasanya Saya mengantarkannya pada Dia yang membuatnya kagum saat ini. 
Tapiii.. 
Saya.. 
Tidak Kuat !!!

Pada akhirnya Saya memilih jujur dan menceritakan semua skenario yang telah Saya buat untuk Dia. Lalu, Dia hanya bertanya kepada Saya
"De, bagaimana rasanya hatita sekarang ??
"Bagaimana perasaanta sekarang ??
"Tidak usah dijawab De', pasti sekarang Kita nangis toh. Q tau ji De' bukan ini yang diharapkan sebenarnya dengan skenariota toh"
"Maaf K' !!"
"Itu jii memang Kata kalau bikin kesalahan kii, Kenapa tidak pernah kii membala Diri atau bertahan dengan keputusanta ??
"Kenapa selalu ji Kata Maaf yang keluar, kalau merasa kii benar berjuang kii"
"Ini mii kadang sikapta yang bikinka selalu khawatir, selalu kii mau dipojokan dan tidak mau kii melawan". 
"kenapa kaa berani akhir-akhir ini tinggalkan komunikasi dari Kita, karena berharapka berani bertanya dan mempertanyakan kenapaka".
"Pasti penasaran kii bagaimana Saya sama D......, Ku kasih tau kii juga kagumka kedengan kemapuannya"
"Tapi tidak sama sekali Saya lupa kii".
Lagi dan lagi Dada Saya tiba-tiba serasa sesak dengan responnya. Dia masih masih mempertanyakan hati dan perasaanku sementara Saya berbulan-bulan bermain-main dengan perasaannya

"Kak jangan kii maini hatinya orang, tanya kii siapa tau nasuka kii, Jalani mii. Bisa jii itu rasa Kagum berubah jadi Cinta".

Singkat, padat dan jelas. 

"Iye De', Baik-baik kii nah. Jangan terlalu gengsian dan kurangi egoista. Kabarika kalau tidak kuat kii. Assalamualaikum !!"

Akhirnya Dia berjalan sendiri, dan Saya mengetahui beberapa wanita telah mengiringi langkahnya dan berjalan terus menjauh dariku. Hingga yang terlihat oleh Saya hanyalah coretan kertas ini. 
Dia tak nampak begitu jelas lagi olehkuu. Kak terima kasih untuk semua kisah, pengalaman dan perjalan serta perlajarannya beberapa tahun ini. Maaf untuk semua sikap dan keegoisan Saya. Sampai bertemu dalam kisah, sikap dan tingkah yang lebih baik.
Saya tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal pada siapapun. Apalagi pada Dia, Saya juga tidak akan mengubur rasa ini. Karena Saya yakin saat ini Dia juga tidak akan mengubur rasa Kami. 
Jika semuanya membaik cerita ini akan pertama kali, Saya kirimkan untukmu !!


Berbulan-bulan Saya serasa mati dalam pencarian dan pertanyaan kemana Saya akan membawa Rasa ini. Saya terus berada dalam Zona mempermaikan perasaan yang orang lain berikan kepadaku. Karena raga Saya berjalan bersama, tapi hati Saya tidak.
Hingga disuatu malam Saya merasa benar-benar sendirian. Dia tak lagi datang menemani, Dia tak pernah lagi ada untuk Saya. Dia mungkin sudah melupakan Saya, kenapa Saya tidak mencobanya juga. Ditengah perjalanan Saya melupakannya, Saya lalu tertegun dengan Kata
"JANJI"

Kami pernah berikrar suatu janji. Kalau sekarang Kami tidak lagi bersama, bagaimana dengan janji Kami waktu itu. Akhirnya Saya mencari tau bagaimana janji jika tidak terpenuhi. (Janji adalah sesuatu yang harus dipenuhi). Singkat cerita kerena berbagai informasi yang Saya dapat tentang Janji. Saya memutuskan untuk membatalkan Janji Kami. 
Saya lalu mencari sosial medianya untuk pertama kalinya setelah Saya memblock nomernya. Melalui pesan Saya meminta untuk mundur dalam perjanjian yang telah Kami buat diawal kisah Kami. Dia tidak merespon sama sekali permintaan Saya itu. Mungkin Dia tidak membacanya itu menurut Saya, kalaupun sudah dibaca dan tidak direspon. Setidaknya Saya telah melepasakan Diri dari ikatan yang Saya juga tidak tau apakah melepaskan secara sepihak ini benar caranya. Atau masih ada tali-tali kecil yang tidak terlihat sehingga masih belum Saya lepaskan.
Kisah Saya ini Saya lanjutkan setelah hari ini Saya merasa mampu membuka Hati untuk oranglain !!
Membuka Hati bukan berarti Saya telah berpacaran dengan oranglain. Kerena dengan Dia dulupun Kami tidak terikat dalam Kata Pacaran, Kami mejalani. 
Bertahun-tahun Saya menutup rapat Kisahku ini, dalam Buku. Karena Saya lagi-lagi berjanji untuk membagikan kisahku setelah Saya mampu melupakan dan sanggup menjawab pertanyaan. 

Beberapa bulan Saya menutup luka, agar terlihat seperti keramik Kaca tanpa cacat dari luar dan berkilap. Tapi, seindah apapun Keramik dari luar tetap saja. Yang didalam memiliki serpihan garis dan lubang. Dari dulu pertanyaan ini sering ditanyakan kepada Saya
"Kenapa Anda tak pernah terlihat Sedih ??
"Kenapa Anda tak pernah terlihat Sakit/Patah Hati  ??
"Kenapa Anda selalu mampu untuk tersenyum dalam kondisi apapun ??
Untuk pertanyaan-pertanyaan ini Saya juga masih belum menemukan jawabannya !! 
Kekuatanku mengganti air mata menjadi senyum dan Sedih menjadi tawa didepan orang-orang sampai saat inipun masih Saya cari tau jawabannya.
Namun, katika cerita ini Saya tulis. Saya menemukan jawabnya, itu semua karena Allah. Karena pada saat lanjutan kisah ini Saya tulis, Saya sedang berjuang mengenal Allah lebih jauh. Dan jika saya ditanya pertanyaan-pertanyaan itu sekarang jawabannya cuman satu "Allah"
Kata Anji_Manji jangan lupa senyum hari ini. 

Selasa, 09 Februari 2021

HARAPAN !!!

Malam..
NamaKuu Ric..
Saya adalah tipekal orang yang kalau Kita pertama kali ketemu Anda akan menganggap saya adalah orang yang paling sombong dan angkuh yang pernah anda temui. Sebenarnya bukan karena itu, Bukan sombong atau angkuh tapi saya memang adalah tipekal orang yang pemalu ketika ketemu orang untuk pertama kalinya. Saya tidak tau bagaimana memulai obrolan dengan orang yg pertama kali ketemu, harus bilang apa ?? Harus nanya apa baiknya ??
Itulah saya ketika pertama kali bertemu orang baru. DikepalaKuu sebenarnya lagi berputar full untuk bagaimana cara bisa mengobrol dengan orang-orang baru itu. Yang kadang jika orang-orang itu peka mereka akan melihat ekspresi Kuu dan langsung tau sebenarnya saya sangat ingin menyapa. (untuk yg sedang membaca ceritaKuu ini, siapa tau Kita ketemu tolong tegur dan sapa duluan yah)

Saat ini usiaKuu tidak muda lagi,, saya sudah membangun beberapa mimpi dan sudah juga menguburkan beberapa mimpi. Ada yang memang sengaja Kuu kuburkan, ada juga yang oranglain yang menguburkannya.
Yang sengaja Kuu kuburkan itu memang sudah Kuu pilah bahwa mimpi itu tidak cocok dengan Kuu, lain dengan mimpi yang sengaja oranglain kuburkan.
Ini mimpi muu
Kenapa orang lain yg menguburkan ??
Kenapa tidak membangun mimpi itu kembali ??
Pasti ada beberapa orang yg akan bertanya demikian.
"Mimpi itu tidak dapat Kuu bangun lagi karena dalam mimpi itu ada Kata Kita yang akan membangun. Sementara saat ini langkah Kuu sudah tidak diisi dengan sepasang langkah lagi atau dengan Kata Kita".

Ayo bangun kembali dan buat mimpi lagi dengan orang yang lain.
"Tenang saya juga sudah memikirkan hal itu". 
"Saya hanya sedang beristirahat sejenak, Langkuh Kuu goyah setelah sepasang langkah meninggalkan Kuu".

Jangan goyah, langkah Muu masih seimbang engkau masih punya sepasang langkah.
"Saya tau Saya hanya sedang beristirahat".

Jangan terlalu lama beristirahat Mereka akan semakin jauh meninggalkan Muu.
"Tidak apa-apa saat ini Langkahnya memang sangat jauh dari Kuu karena Dia memiliki sepasang langkah yg Baru".

Kenapa tidak mencari juga secepat mungkin Langkah yg Baru biar ada yg menemani Muu berjalan cepat ???
"Tidak !! Saat ini Saya tidak mau berjalan terlalu cepat lagi karena Kemarin yang membuat langkah Kuu goyah adalah Saya terlalu banyak dan terlalu Cepat Berharap, sehingga Saya harus merasakan Pahitnya menelan Pil Harapan, Susahnya Melangkah dan Goyahnya semua Mimpi".

Saat dulu Saya memberikan semua Harapan, Menyusun Mimpi penuh Semangat dan Melihat semuanya sebagai hal Baik tanpa ada satupun hal Buruk. Dan pada saatnya Saya Goyah dan Jatuh saya seakan kehilangan semuanya. Bertanya kesana-kemari, bercerita kesana kemarin bahwa Dia buruk, Dia bukan orang baik, Dia akan mendapatkan ganjaran setelah ini. 
Kebaikan Kuu selama ini akan terus menjadi bayang-bayang dalam hidupnya, hidupnya tidak akan tenang, Dia akan merasakan apa yg Saya rasakan.
Rasa dendam ini terus memuncak didalam hati Kuu. Saya setiap kali melihat Dia, dahi Kuu akan mengernyit dengan sendirinya. Wajah Kuu seakan memerah dan memanas. Saya pernah berada dalam fase hidup ini.
Berteriak seakan mempertanyakan ini balasan kebaikan Kuu, ini jawaban dari doa-doa Kuu. Sampai pada titik Hati Kuu seakan tidak berisi lagi.

HidupKuu... .
Kuu jalankan sesuai dengan apa arahan orang lain, orang berkata ini baik. Saya juga mengatakan itu Baik, orang mengatakan itu Buruk. Saya juga mengatakan itu Buruk, orang mengatakan kesanalah. Saya kesana, orang mengatakan kesini. Saya kesini, orang mengatakan keatas lalu turun kembali. Saya keatas lalu turun kembali, orang mengatakan lakukan. Saya akan lakukan, orang bilang jangan. Saya juga tidak akan melakukan. 
HidupKuu tak lagi Kuu atur dengan mimpi dan harapann.
HidupKuu, Kuu jalani dengan semua arahan dan arah yg ditunjukkan oranglain. Saya akhirnya merasa nyaman dengan Zona pilihan hidup Saya itu. Karena jika terjadi sesuatu hal maka Saya akan segera menyalahkan orang yang memberikan arahan dan tidak harus menyalahkan Diri Saya Sendiri.
"Ini semua karena Anda, kan Anda yang menyuruh Saya seperti itu. Coba kalau Saya tidak menuruti Anda, tidak begini jadinya. Anda ,sih ........, Anda mah ..........
Akan seenak Nasi Goreng Abang" dipinggir jalan Saya menyalahkan orang lain. Karena memang Saya sudah mengatakan bahwa "apa yang Saya pilih karena Kamu yah",.
Sampai pada akhirnya satu persatu Mereka yang selalu ada Untuk Kuu memilih mundur karena SikapKuu itu. Memojokkan, Menyalahkan dan terkadang Bahkan menjadikannya Kambing Hitam dalam masalah pilihan hidupKuu. 

Pada akhirnya diposisi sendiri Kuu, Saya semakin merasa langkah Kuu semakin Goyah. Kali ini Langkah Kuu tidak berjalan dengan sepasang lagi, tapi hanya dengan satu Kaki. Terpincang-pincang, bahkan Kuu rasakan Kaki Kuu tidak lagi melangkah tapi Merangkak.
Saya jadi tau rasanya mengecewakan dan dikecewakan. Saya jadi tau bahwa ada juga mimpi orang lain yg sedang mereka bangun. Bukan hanya Saya saja yang punya Mimpi, merekapun punya Mimpi. Mereka bahkan masih sempat mengarahkan Muu, padahal mereka juga sedang mengejar mimpi Mereka. 
"Terima Kasih untuk kalian yang sudah mengarahkan Langkah Kuu".
"MAAF, untuk Diri Saya yang hanya Mendengarkan Jeritanya tapi tidak berhenti sejenak untuk Memeluknya, bahkan menanyakan Keadaannyapun tidakkk".

Saya di ajarkan untuk tidak terlalu memaksakan apa yang Kuu pasang sebagai mimpi, agar kecewaKuu tidak terlalu berat.
Saya diajarkan untuk tidak selalu menyalahkan apa yg terjadi. 
Saya diajarkan untuk tidak menyalahkan Diri Saya sendiri, terlalu tidak ada Rasa dalam diri Saya. Ketika Saya menyalahkan diri Saya lagi padahal Saat ini diri Saya terluka. Kenapa harus melukai Diri Saya lagi dengan Kalimat ini semua karena Saya yang kurang ini dan itu.

Laluuu.. 
Saya harus menyalahkan siapa ???
Dia ???
"Bukan Dia juga yang salah".
Lalu siapa ???
Allah ??? yang Maha Mengetahui Segalanya ???
"Oww bukan. Dia Tuhan Kuu yg tidak mungkin pernah salah terhadap Kuu".
Atau mungkin Kamu yang terlalu melupakan Allah dan Melibatkan-Nya dalam mimpi Muu ???
"Iya, kalau ini mungkin iya".
Berarti Kamu menyalahkan Diri Kamu dong ???
"Saya tidak lagi menyalahkan Diri Saya, tapi Saya menyalahkan Sikap Saya".
Berarti sama Saja, Dirimuu dan Sikapmuu itu sama saja. Itu semua berasal dari Kamu. 
"Mungkin bagi orang lain Dirimuu dan Sikapmuu itu sama, bagi Kuu setelah kegoyahan Kuu itu hal itu tidaklah sama".
DiriKuu adalah kendaliKuu,, SikapKuu adalah hal yang kadang tidak dapat Kuu kendalikan.
Makanya saat ini "Ketika Kebaikan Kuu dibalas Keburukan oleh oranglain, itu berarti Bukan Dirinya yang tidak Baik. Tapi, saat ini sikapnya sedang tidak dapat Dia Kontrol". Atau "Saya yang terlalu berharap lebih atas apa yang sudah saya berikan kepada oranglain".

Atau saat itu SikapKuu yang tidak dapat Kuu Kontrol sehingga Terlalu Berharap Lebih dari Dia.

Berharap boleh,, tapi jangan Terlalu.
Harapan harus ada, kalau tidak Kita juga tidak akan tau mau kemana hidup Kita dibawa. 
Harapan jangan kita gantungkan pada orang tapi pada diri sendiri, karena kalau Dia pergi. Dia akan membawa harapanmuu bersamanya. Dia tidak akan menyisahkan sataupun untuk Kita.

Jika terlanjur engkau gantung harapan bersamanya. Katakan "bawa semua harapan itu tanpa tersisa sedikitpun, Saya sanggup membangun harapan yang Baru jauh lebih Baik"

Kebaikan Kita jangan juga engkau Harapkan akan dibalas Kebaikan, kadang akan dibalas keburukan. Jadi, Kita harus belajar akan sebuah hukum bahwa engkau juga mungkin membalas oranglain yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. 

Minggu, 31 Januari 2021

MamaKee BapakKee I Love Love Love You Tomat

MamaKee BapakKee....
I Love Youuuuuu.... 

Alhamdulillah kalian saat ini masih ada untuk Aku dan Adik-adik. "Ya Allah penjangkan umur Mereka, bahagiakan Meraka dan luruskan jalan Mereka". 
Ya Allah apa balasan yang akan engkau berikan kepada MamaKee dan BapakKee atas semua yang telah Mereka berikan Kepada Kami. 
1. Entah kekuatan apa yang telah Allah beriakan kepada Mereka
2. Entah sejauh mana lagi Meraka akan mendampingi Kami
3. Entah seberapa sering Kami membuat Mereka sakit hati
4. Entah seberapa besar kekuatan dan kehebatan yang Allah berikan kepada Mereka
5. Entah seberapa sering Mereka memberikan maaf lagi dan lagi kepada Kami
6. Entah seberapa jauh lagi Mereka akan menuntun Kami
7. Entah seberapa sering Mereka menahan keinginan akan suatu hal hanya untuk memenuhi keinginan Kami
8. Entah seberapa sering Mereka terbangun tengah malam hanya untuk mendoakan Kami
9. Entah seberapa sering Mereka menahan rasa sakit hanya untuk menenangkan Kami dan membuat Kami tidak khawatir
Ya Allah hati Mereka terbuat dari apa ???
Kekuatan super apa yg Mereka miliki ???
Ya Allah sisipkan ruang surga untuk SuperHero Kami.. 

Ya Allah apa yang harus Kami lakukan agar Mereka, Engkau masukkan dalam Jannahmuu. Ya Allah lindungi Mereka, jaga Mereka, pelihara Mereka, sayangi Mereka. Sebagaimana Mereka memberikan pelukan, usapan, dan kecupan yang tak pernah berhenti untuk Kami. Seakan-akan Mereka tidak akan membiarakan seekor nyamukpun menggigit Kami. Membuat dirinya bagaikan selimut ketika Kami merasa kedinginan. Membuat dirinya sebagai cahaya ketika Kami dalam kegelapan. 
"Robbigfirli Waliwalidayyah Warhamhuma Kamarobbayani Shogiro,. Ya Allah ampuni segala Dosa-dosa Aku dan segala dosa kedua orangtuaku"

MamaKee...
Engkau terbangun disubuh hari saat Kami masih tertidur lelap, hanya untuk memenuhi kebutuhan Kami dipagi hari. Engkau rela meninggalkan Orangtuamu hanya untuk mengurus Kami. 
BapakKee... 
Engkau juga terbangun dipagi hari untuk memenuhi kebutuhan Kami. Engkau tidak pernah menikmati indahnya matahari terbit dirumah, begitu pula dengan terbenamnya. Kerena Engkau pergi ketika hari masih agak gelap dan kembali ketika matahari sudah bersembunyi lagi. 

Tak bisa Aku gambarkan seperti apa Mereka untuk Kami. Mereka bahkan mampu untuk mengambilkan bintang-bintang untuk Kami. Entah seberapa bintang yang telah Mereka ambilkan untuk Kami. Saya menganggap Mereka sebagai pengambilan bintang untuk Kami, kerena kekuatan dan kehebatan Mereka. Sesuatu yang Kami anggap tidak mungkin, mungkin saja dilakukan oleh Mereka untuk Kami anak-anaknya.

MamaKee BapakKee, I Realy Love You Tomat 😊😍
"Maafkan Saya yang belum bisa memberikan sesuatu sesuai harapanmu. Saya tau Kalian pasti memiliki harapan untuk Kami anak-anakmu. Tapi, Kalian tidak mau memaksakannya untuk Kami kerena yang terpenting untuk Kalian adalah Kebahagian Kami. Walaupun Saya tau kalian menyimpannya dalam Doa, untuk memperlihatkan Kalian baik-baik saja dan melindungi hati Saya lagi dan lagi".
"Maafkan Saya juga, kadang tidak mampu menjaga sikap dan perkataanku terhadap Kalian. Ketidak mampuanku mengontrol sikap dan perkataanku, hingga Kini masih terus menjadi pemicu. Doakan Saya bisa segera mengontrol sikap dan perkataanku, agar Saya tidak lagi menyakiti hati dan perasaan Kalian". 
"Maafkan Saya juga tidak dapat atau tidak tau bagaimana menunjukkan Cinta dan Sayang Saya kekalian walau hanya dengan Kata".

Tapi sebenarnya I REALY REALY REALY LOVE YOU MAMAKEE DAN BAPAKKEE.





26November2016

Jumat, 13 Juni 2014

Masyarakat, Unsur Masyarakat dan Kriteria dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
          Masyarakat adalah sebuah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti cara hidup dan peraturan yang harus dipatuhi dimana individu itu tinggal. Sebuah kelompok masyarakat akan mengikuti peraturan yang sudah menjadi kebiasaan di lingkungan mereka atau akan mematuhi sebuah aturan yang sudah lama berlaku di lingkungan mereka. Semua manusia bersaudara dan kita semua sama. Yang membedakan diri kita dengan individu lain atau orang lain adalah jalan pikiran kita. Kelompok masyarakat yang tinggal disatu tempat yang jauh dari keramaian kota tentu akan berbeda dengan kelompok masyarakat yang tinggal dikeramaian kota yang penuh dengan kemajuan tekhnologi dan derasnya informasi yang masuk ke jalan pikiran kelompok masyarakat tersebut. Hal ini sudah dibuktikan diberbagai negara belahan dunia. Bukti yang sangat jelas adalah diberbagai negara pasti terdapat suku asli atau penduduk asli yang tinggal dipedalaman yang masih memiliki kepercayaan kepada leluhur mereka dan mereka masih memakai peraturan yang sudah lama mereka pakai sejak nenek moyang mereka hingga sekarang. Hal ini disebabkan karena kehidupan mereka jauh dari segala informasi tentang kemajuan jaman sehingga mereka tidak tahu apa-apa tentang kehidupan diluar. Masyarakat merupakan makhluk yang memiliki keinginan untuk menyatu dengan sesamanya serta alam lingkungan di sekitarnya. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dan sebagainya manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan yang berkesinambungan dalam suatu masyarakat. Masyarakat sebagai makhluk social tidak dapat menjalani kehidupan ini seorang diri tanpa masyarakat lainnya. Oleh karena itu, dengan adanya masyarakat disekitarnya, terdapatlah unsure-unsur masyarakat dan kgriteria masyarakat dalam kehidupan social antar manusia di sekitarnya Masyarakat memiliki banyak budaya dan adat istiadat yang berhubungan dengan masyarakat dan agama. Dari berbagai budaya yang ada, dapat dikaitkan hubungannya dengan agama dan masyarakat dalam melestarikan budaya. Agama mempunyai hubungan yang erat dengan budaya sebagai patokan utama dari masyarakat untuk selalu menjalankan perintah agama dan melestarikan kebudayaannya.Selain itu masyarakat juga turut mempunyai andil yang besar dalam melestarikan budaya, karena masyarakatlah yang menjalankan semua perintah agama dan ikut menjaga budaya agar tetap terpelihara. Selain itu ada juga hubungan lainnya, yaitu menjaga tatanan kehidupan. Maksudnya hubungan agama dalam kehidupan jika dipadukan dengan budaya dan masyarakat akan membentuk kehidupan yang harmonis, karena ketiganya mempunyai keterkaitan yang erat satu sama lain.
B. Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun mencoba merumuskan beberapa penjelasan tentang penjabaran dari judul yang telah dituliskan tentang Efektivitas, Efisiensi, dan Produktifitas Manajemen Berbasis Sekolah dalam rumusan masalah sebagai berikut:
  1. Apa yang dimaksud dengan masyarakat ?
  2. Bagaimana proses terbentuknya masyarakat ?
  3. Sebutkan golongan-golongan dari masyarakat ?
  4. Apa saja unsur-unsur masyarakat ?
  5. Sebutkan kriteria-kriteria masyarakat ?
C. Tujuan
           Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian dari masyarakat
2. Untuk mengetahui proses terbentuknya masyarakat
3. Untuk mengetahu golongan-golongan masyarakat
4.Untuk mengetahui unsur-unsur masyarakat
5. Untuk mengetahui kriteria-kriteria masyarakat
BAB II PEMBAHASAN
A. Masyarakat
1. Pengertian Masyarakat
        Masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Adapun pengertian masyarakat menurut para ahli adalah :
a. Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
b. Max Weber, Masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
c. Emile Durkheim, Masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.
d. Karl Marx, Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

2. Proses Terbentuknya Masyarakat
           Untuk menganalisa secara ilmiah tentang proses terbenruknya masyarakat sekaligus problem-problem yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser, kita memerlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisa proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamik sosial (social dynamic), yaitu :
a. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
1) Proses Internalisasi. Manusia mempunyai bakat tersendiri dalam gen-nya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan, hasrat, nafsu, serta emosi kepribadiannya. Tetapi wujud dari kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimulasi yang ada di sekitar alam dan lingkungan sosial dan budayanya. Maka proses internalisasi yang dimaksud adalah proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal, dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala hasrat, perasaan, nafsu, serta emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya.
2) Proses Sosialisasi. Proses ini bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam proses itu seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu di sekililingnya.
3) Proses Enkulturasi. Dalam proses ini seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, serta peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Kata enkulturasi dalam bahas Indonesia juga berarti “pembudayaan”.
b. Proses Evolusi Sosial Proses evolusi dari suatu masyarakat dan kebudayaan dapat dianalisa oleh seorang peneliti seolah-olah dari dekat secara detail (microscopic), atau dapat juga dipandang dari jauh hanya dengan memperhatikan perubahan-perubahan yang besar saja (macroscopic). Proses evolusi sosial budaya yang dianalisa secara detail akan membuka mata seorang peneliti untuk berbagai macam proses perubahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan sehari-hari dalam masyarakat di dunia.
c. Proses Difusi Penyebaran Manusia. Ilmu Paleoantropologi memperkirakan bahwa manusia terjadi di daerah Sabana tropikal di Afrika Timur, dan sekarang makhluk itu sudah menduduki hampir seluruh permukaan bumi ini. Hal ini dapat diterangkan dengan dengan adanya proses pembiakan dan gerka penyebaran atau migrasi-migrasi yang disertai dengan proses adpatsi fisik dan sosial budaya.
d. Akulturasi dan Pembauran atau Asimilasi Akulturasi adalah Proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan demikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. Asimilasi adalah Proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda. Kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan yang campuran.
e. Pembauran atau Inovasi Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk baru. Proses inovasi sangat erat kaitannya dengan teknologi dan ekonomi. Dalam suatu penemuan baru biasanya membutuhkan proses sosial yang panjang dan melalui dua tahap khusus yaitu discovery dan invention.

3. Ciri-Ciri Masyarakat
            Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut:
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.
c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.
d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.

4. Golongan Masyarakat
a. Masyarakat Tradisional
           Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Jadi, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya. Masyarakat ini dapat juga disebut masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama, dengan sifat-sifat yang hampir seragam.
b. Masyarakat Modern
           Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia. Pada umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat kota.
c. Masyarakat Transisi
          Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah kebiasaan kota, yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor industri. Ciri-ciri masyarakat transisi adalah : adanya pergeseran dalam bidang pekerjaan, adanya pergeseran pada tingkat pendidikan, mengalami perubahan ke arah kemajuan, masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan zaman, tingkat mobilitas masyarakat tinggi dan biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.

B. Unsur Masyarakat
1. Golongan Sosial
a. Timbulnya Golongan Sosial Golongan sosial dalam masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya sebagai hasil proses pertumbuhan masyarakat. Faktor penyebabnya antara lain: kemampuan/kepandaian, umur, jenis kelamin, sifat keaslian, keanggotaan masyarakat dan lain-lain. Faktor penentu dari setiap masyarakat berbeda-beda, misalnya pada masyarakat berburu faktor penentunya adalah kepandaian berburu.
b. Pengertian Golongan Sosial Pitirim A. Sorokin menggunakan istilah pelapisan sosial yaitu pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat/hierarkhis. Perwujudannya dikenal dengan adanya kelas sosial tinggi (upper class) contohnya: pejabat, penguasa, dan pengusaha; kelas sosial menengah (midle class) contohnya: dosen, pegawai negeri, pengusaha kecil dan menengah; kelas sosial rendah (lower class) contohnya: buruh, petani, dan pedagang kecil.
c. Dasar-Dasar Pembentukan Golongan Sosial Menurut Soerjono Soekanto, kriteria yang dipergunakan sebagai ukuran dalam menggolongkan masyarakat ke dalam golongan sosial/pelapisan sosial adalah: 1) Ukuran Kekayaan 2) Unsur kekuasaan atau wewenang 3) Ukuran Ilmu Pengetahuan 4) Unsur kehormatan (keturunan)
d. Karakteristik Golongan Sosial Beberapa karakteristik golongan sosial/pelapisan sosial yang terjadi di dalam suatu masyarakat adalah :
1) Adanya perbedaan status dan peranan
2) Adanya pola interaksi yang berbeda
3) Adanya distribusi hak dan kewajiban
4) Adanya penggolongan yang melibatkan kelompok
5) Adanya prestise dan penghargaan
6) Adanya penggoongan yang bersifat universal
e. Pembagian Golongan dalam Masyarakat Berdasarkan karakteristik golongan sosial di atas, maka terdapat beberapa pembagian golongan sosial sebagai berikut :
1) Sistem Golongan Sosial dalam Masyarakat Pertanian (Agraris), di dasarkan pada hak dan pola kepemilikan tanah, terbagi menjadi: - Golongan Atas : para pemilik tanah pertanian dan pekarang untuk rumah tinggal (penduduk inti). - Golongan Menengah: para pemilik tanah pekarangan dan rumah tapi tidak memiliki tanah pertanian (kuli gendul). - Golongan Bawah : orang yang tidak memiliki rumah atau pekarangan (inding ngisor).
2) Sistem Golongan Sosial pada Masyarakat Feodal, di dasarkan pada hubungan kekerabatan dengan raja/kepala pemerintahan, terbagi menjadi: - Golongan Atas : kaum kerabat raja atau bangsawan. - Golongan Menegah : rakyat biasa (kawula).
3) Sistem Golongan Sosial dalam Masyarakat Industri, meliputi : - Golongan teratas terdiri para pengusaha besar atau pemilik modal, direktur, komisaris. - Golongan menengah atau madya terdiri dari tenaga ahli dan karyawan. - Golongan bawah seperti buruh kasar, pekerja setengah terampil, pekerja sektor informal (pembantu).
f. Sifat Sistem Penggolongan Sosial Klasifikasi dari sifat sistem penggolongan sosial, meliputi :
1) Sistem lapisan tertutup: sistem yang tidak memungkinkan seseorang pindah ke golongan/lapisan sosial lain.
2) Sistem lapisan terbuka: sistem yang memungkinkan seseorang pindah / naik ke golongan sosial atasnya.
3) Sistem campuran: sistem kombinasi antara terbuka dan tertutup.
g. Fungsi Golongan Sosial Golongan sosial memiliki fungsi-fungsi berikut ini:
1) Distribusi hak istimewa yang obyektif seperti penghasilan, kekayaan.
2) Sistem pertanggaan pada strata/tingkat yang diciptakan masyarakat menyangkut prestise dan penghargaan.
3) Penentu simbol status/kedudukan seperti cara berpakaian, tingkah laku.
4) Alat solidaritas di antara individu/kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.

2. Kategori Sosial
a. Pengertian Kategori Sosial
          Menurut Koentjaraningrat, kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri-ciri obyektif yang dikenakan pada manusia-manusia tersebut. Dalam kategori sosial tidak terikat oleh unsur adat istiadat, sistem norma, sistem nilai tertentu, tidak memiliki identitas, tidak memiliki lokasi, tidak mempunyai organisasi, dan tidak memiliki pemimpin.

3. Kelompok Sosial
a. Pengertian Kelompok Sosial
           Kelompok sosial (social group) adalah himpunan/kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, terdapat hubungan timbal balik, saling memengaruhi sehingga timbul suatu kesadaran untuk saling menolong di antara mereka. Kesatuan manusia yang hidup bersama disebut kelompok sosial harus memenuhi kriteria :
1) Adanya kesadaran setiap kelompok bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok tersebut.
2) Terdapat hubungan timbal balik (interaksi) antar anggota kelompok
3) Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilaku tertentu.Memiliki suatu sistem dan proses tertentu.
4) Adanya faktor pengikat yang dimiliki anggota-anggota kelompok, seperti persamaan nasib, kepentingan tujuan, ideologi politik dan lain-lain.
b. Jenis-Jenis Kelompok Sosial
        Jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat dapat dikelompokkan menjadi :
1) Berdasarkan Identifikasi Diri, dikenal adanya in group dan out group. In group adalah kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individu untuk mengidentifikasi dirinya. In group sering dikaitkan dengan istilah “kami atau kita” dan pada umumnya didasarkan pada faktor simpati dan perasaan dekat dengan anggota kelompoknya. “Kami anggota kelompoknya”. Sedangkan Out group adalah kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in group-nya. Out group sering dihubungkan dengan istilah”mereka”. Sikap out group ditandai oleh suatu sikap antipati.
2) Berdasarkan hubungan kedekatan anggota, teridentifikasi adanya kelompok primer (primary group). Menurut Charles Horton Cooley kelompok primer/primary group adalah kelompok sosial yang paling sederhana, anggotanya saling mengenal, serta terdapat kerjasama yang erat dan bersifat pribadi, interaksi sosial berlangsung secara tatap muka (face to face), Contohnya: keluarga, kelompok bermain, klik/clique.
3) Berdasarkan hubungan familistik (sifat kekeluargaan), dikenal adanya paguyuban (Gemeinschaft). Ferdinand Tonnies mengataakan bahwa paguyuban (gemeinscaft) adalah bentuk kehidupan hubungan batin yang murni terikat oleh hubungan batin yang kekal berdasarkan rasa cinta dan rasa persatuan batin. Contohnya: kelompok kekerabatan, rukun tetangga/RT.
4) Berdasarkan sifat organisasi, terdapat informal group. Informal group adalah kelompok yang tidak memiliki struktur/organisasi tertentu, kelompok-kelompok tersebut biasanya terbentuk berdasarkan pertemuan yang berulangkali. Contohnya: kelompok arisan, kelompok belajar, klik/clique.
5) Berdasarkan keanggotaan, terdapat adanya kelompok membership group dan reference group. Kelompok membership adalah kelompok yang para anggotanya tercatat secara fisik sebagai anggota. Contohnya: peserta asuransi nasabah bank, anggota OSIS, anggota PGRI. Sedangkan kelompok reference/kelompok rujukan atau acuan adalah kelompok sosial yang dijadikan rujukan/acuan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok tersebut untuk membentuk kepribadiannya dalam berperilaku. Contohnya; seseorang yang gagal menjadi mahasiswa UI tetapi ia tetap bertingkah laku seperti mahasiswa UI.

4. Perkumpulan (Asosiasi)
a. Pengertian Perkumpulan Perkumpulan atau asosiasi adalah kesatuan manusia yang dibentuk secara sadar untuk tujuan-tujuan khusus. Terbentuknya perkumpulan dilandasi oleh kesamaan minat, tujuan, kepentingan, pendidikan, keahlian profesi, atau agama. Perkumpulan merupakan suatu organisasi buatan yang bersifat formal, dengan jumlah anggota relatif terbatas, memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, hubungan antar anggota tidak bersifat pribadi, memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.
b. Bentuk-Bentuk Perkumpulan Bentuk-bentuk perkumpulan dalam masyarakat adalah :
1) Berdasarkan sifat hubungan anggotanya, terbentuk kelompok sekunder (secondary group). Kelompok sekunder adalah suatu perkumpulan yang terdiri dari banyak orang dengan bentuk hubungan tidak bersifat pribadi dan bersifat sementara. Contohnya: negara, bangsa dan suku.
2) Berdasarkan sifat organisasi, terbentuk organisasi formal (formal group) yaitu kesatuan manusia yang tergabung dalam sebuah organisasi yang memiliki peraturan tegas yang sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesama. Contohnya: perkumpulan mahasiswa, perkumpulan organisasi massa, instansi pemerintah, dan sebagainya.
3) Berdasarkan pola hubungan yang diciptakan para anggotanya, terbentuk kelompok patembayan (gesellschaft). Kelompok patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok, biasanya untuk jangka waktu pendek, dan terdapat dalam hubungan perjanjian berdasarkan ikatan timbal balik (kontrak). Misalnya: ikatan karyawan dan majikan dalam organisasi suatu pabrik.
4) Berdasarkan prinsip guna/fungsinya, terdapat perkumpulan atas dasar ekonomi. Contohnya: perkumpulan pedagang, koperasi, suatu perseroan suatu perusahaan dan sebagainya.
5) Berdasarkan keperluan, terdapat banyak perkumpulan contohnya seperti perkumpulan untuk memajukan pendidikan maka dibentuk yayasan pendidikan, suatu perkumpulan pemberantasan buta huruf.
6) Perkumpulan untuk memajukan ilmu pengetahuan atau organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial (HISPI), Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), dan sebagainya.
7) Berdasarkan aktivitas keagamaan, terdapat banyak perkumpulan, contohnya seperti organisasi penyiar agama, kelompok pengajian, organisasi gereja, gerakan kebatinan, dan sebagainya.
8) Berdasarkan aktivitas politik, terdapat banyak perkumpulan, contohnya seperti Parpol, kelompok kepentingan/penekan, dan sebagainya.
9) Berdasarkan kepentingan memajukan olah raga, terdapat banyak perkumpulan, contohnya: PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia).

C. Kriteria Masyarakat
                Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat, yaitu :
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
• Masyarakat (society) diartikan sebagai sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Menurut Karl Marx, Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

• Proses terbenruknya masyarakat adalah sebagai berikut :
1. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
a. Proses Internalisasi. b. Proses Sosialisasi. c. Proses Enkulturasi.
2. Proses Evolusi Sosial
3. Proses Difusi
4. Akulturasi dan Pembauran atau Asimilasi
5. Pembauran atau Inovasi

• Golongan-golongan masyarakat ada 3, yaitu :
1. Masyarakat tradisional
2. Masyarakat modern
3. Masyarakat transisi

• Unsur-unsur yang terdapat dalam masyarakat terdiri dari :
1. Golongan sosial
2. Kategori sosial
3. Kelompok sosial
4. Perkumpulan (Asosiasi)

• Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpulan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat, yaitu :
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.

D. Saran
        Demikianlah makalah mengenai Masyarakat, Unsur Masyarakat dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia yang telah kami buat. Dengan adanya makalah ini, mahasiswa sebaiknya lebih mendalami dan menguasai mengenai kehidupan social setiap masyarakat, sehingga dapat mengetahui apa itu masyarakat, unsur-unsur dari masyarakat dan kriteria yang terdapat dalam masyarakat

DAFTAR PUSTAKA

Alwiyanti, Kusumawardani. 2012. Makalah Study Masyarakat Indonesia: Blogger (Online). (http://al8894wy.blogspot.com/2012/12/makalah-study-masyarakat-indonesia.html, diakses 21 April 2013)
Duan, Mbah. 2012. Makalah Tentang Masyarakat: Blogger (Online). (http://mbahduan.blogspot.com/2012/04/makalah-tentang-masyarakat.html, diakses 21 April 2013)
Godam64. 2008. Pengertian Masyarakat, Unsur dan Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia: Organisasi.Org (Online). (http://organisasi.org/pengertian-masyarakat-unsur-dan-kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia, diakses 21 April 2013)
Junaidi, Wawan. 2012. Pengertian Masyarakat: Blogger (Online). (http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-masyarakat.html, diakses 21 April 2013)
Salwinsah. 2011. Kriteria Masyarakat dalam Kehidupan Sosial Antar Manusia. Wordpress (Online), (http://salwintt.wordpress.com/artikel/kisah-islami/kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia/, diakses 21 April 2013)
Soetaman, Naman. 2012. Unsur-Unsur Masyarakat Blogger (Online). (http://gurumenulis12.blogspot.com/2012/06/unsur-unsur-masyarakat.html, diakses 21 April 2013)